Friday, November 30, 2012

dari yang udah pernah jadi bagianmu, #MP!

Entahlah, awalnya sudah mulai melupakannya. Tapi tiba-tiba gw diingatkan lagi, pas baca status FBnya bang Akmal.

He said :
“Good bye Multiply… There will always be a chapter in my life with your name on the title. It’s been a great ride, but everything must come to an end. Thanks for everything. Thanks to Multiply, and thanks to all MP-ers…” 

Huhuuuu. Tadinya gw lupa, beneran udah mencoba untuk melupakan, begitu. Buktinya, gw udah coba untuk move on ke BS dan Tumblr. Memindahkan semua kenangan gw yang ada disana, ke darigalaksibimasakti gw sekarang. Tapi bagaimanapun, gw ga boong, gw udah nyaman banget disana. Ahhh :(

Yap. Ini lagi-lagi tentang #MP. Waktu itu sampe pernah bikin kultwit tentang #MP, tapi agak sulit dilacak kultwit gw itu. Makanya gw mau nulis lagi disini. Hehe. Setidaknya, ini bisa jadi kenang-kenangan di detik-detik perpisahan antara gw dan dia.

Yeah, gw tuh udah temenan ama #MP sejak 2008. Meski baru intens berteman dengannya di 2009. Gw bisa belajar banyak hal atas jasanya si #MP.

Gw bisa nulis seenak dan semau gw, di #MP. Gw bisa bebas berekspresi, walaupun bikin orang mengernyitkan dahi tuh, di #MP. Gw bisa kenalan dan ketemu sama orang2 hebat tuh, salah satunya di #MP.

#MP yang selalu gw buka kalau gw lagi mau tak-tik-tuk katarsis gak jelas. hhe.

#MP tuh tempat buat gw menyimpan berbagai “terserak” yang gw temukan di kehidupan normal dan abnormal gw.

Sampai gw sadar kalau, postingan2 gw di #MP dari bulan ke bulan, tahun ke tahun tuh benar2 jenjang pendewasaan gw, nampaknya. Ihiiy.

Pokoknya, #MP tuh, kenangan dan nyaman banget deh.:)

Sampai tiba masanya, ketika gw harus belajar untuk melepas seseorang (eh salah deng, sesuatu) yang benar2 udah bikin gw deket bangeet sama dia. hehe.


-dari yang udah pernah jadi bagianmu, #MP-
 
*zheezou.multiply.com* 
:*

Tuesday, November 13, 2012

Nikmati Saja

Terus menerus ada di satu ruang (yang sama), akan membuat kita menjadi sangat jenuh.
Maka, perlu ada ruang-ruang lain yang memang harus dikunjungi, disinggahi.

Bersyukur adalah ketika masih memiliki “keluarga” di tengah aktivitas nyekripsi. Ya yaa, menjadi satu hal yang patut disyukuri. Terlebih untuk sepanjang perjalanan pulang tadi.


itu Nikmat. :)


Ingin me-nyerius-kan diri, dengan tanpa menjauhkan diri dari berbagai alat komunikasimu, entah gadget atau “tab” socmed yang masih hidup.
Nyatanya menjadi satu hal yang amat teramat sangat sulit.
Tak bisa serius. Kehilangan fokus. Berbagai ruang-ruang lain yang masih mengikutimu, mau tak mau.
Meski bukan kau yang menghampiri mereka.
Allahumma, semoga semakin menyadarkan bahwa
: Apa-apa yang harus kita kerjakan memang selalu lebih banyak dari waktu.
: Lantas bagaimana mampu untuk menaklukkan waktumu, Zah.

Itu konsekuensi.

Thursday, November 8, 2012

Cermin terbaik kirimanNya

Bismillaah,, 



Allah selalu punya cara terkeren buat bikin kita ngerti, faham, dan pada akhirnya sadar.


See? 
Akhirnya saya sadar, 
entah ini adalah kesadaran saya yang keberapa. 
Tapi sering, yap, sering. 
Seriiiiiing banget Allah bikin saya sadar, 
dengan cara yang ah, it's too simple
atau terkadang lewat cara yang berputar-putar, tapi pada akhirnya disitu juga. 
atau pernah juga, ibaratnya bikin saya dari Jakarta ke Bandung, tapi melewati Makassar dulu. 

hm, apadeh ini analoginya,, haha.
yaa suka-suka saya lah yaa.. 
intinya begitu. 
Mudah.
Mudaaah banget bagi Allah mah. 
ciyusss deh, :


dan kali ini, (meski) ini udah yang kesekian kali sih. 
Tapi saya baru nulis tentang ini sekarang.
Hm, Dia memang paling Tahu, kalau saya selalu #nyess kalau dikasih cara yang beginian. 

Beginian? hehee..
okesip, sebelum nambah berbelit-belit apa yang mau saya ceritakan..

Begini, Beginian itu adalah..
caraNya Allah buat saya, dan yang paling sering bikin saya #nyess sendiri adalah dengan sesimpel : 
Allah memberikan cermin ke saya dan seketika itu pula saya (yang mau tak mau) diberikan kesempatan untuk berbicara sendiri di hadapan cermin itu. 

**

Suatu siang, antara dua bocah perempuan, di sebuah kursi panjang di depan kantor Jurusan. Sembari menunggu dosen untuk melakukan bimbingan. 

Saya ditemani oleh seorang teman, sebut saja Nia, yang selama empattahun lebih dikenal sebagai orang yang superpendiam. haha.

tiba-tiba dirinya melepas keheningan.. hhoo.. 



Nia : Zah, emang Allah selalu ngasih yang terbaik ke kita?

Saya : Iya, Ni... Pasti. Pasti. Apapun dan bagaimanapun yang Alah kasih ke kita. Itu pasti yang terbaik. Gak mungkin enggak. :)

Nia : walaupun, itu bentuknya musibah? 

Saya : Hmm, iya *menghela napas*. Kadang, kita gak tau makna dibalik -apapayangkitaanggap- musibah itu. Tapi pasti ada hikmah. Dan itu yang terbaik. 

Nia : meskipun bertubi-tubi ? 

Saya : Bisa jadi itu ujian. Ujian itu kan kenaikan derajat keimanan. Ibaratnya gini Ni, gak mungkin kan, anak SMP, dikasih soal ujian SMA.. Itu terlalu sulit. Dan gak mungkin, anak SMP, cuma dikasih ujian anak SD, itu terlalu mudah. Masing-masing ada ukurannya. Allah tau ukuran kita, kita harus dikasih soalujian yang kayak gimana, dan Allah jamin kalau kita bisa melewatinya. Gak mungkin melewati kapasitas kita. Laa yukallifullahu nafsan ilaa wus'aha, gitu kata Allah. Intinya, tergantung sejauh mana usaha kita melewatinya.  Kalau kata temen gw, kalau kita udah nyerah dan bilang gabisa, itu berarti: belum semua kemampuan kita kita kerahkan. 
Allah pasti kasih yang terbaik, pasti Ni. Husnudzhan sama Allah. Itu kuncinya. Kunci biar Bisa sabar. Biar Bisa ikhlas. :)

Nia : Iya ya Zah,, Allah.Pasti.Kasih.yang.Terbaik.Buat.Kita. :)

Saya: #MasihHening
 



*sesering itu Allah ngasih pinjem cermin ke saya dan kali itu lewat teman yang saat itu sedang duduk di sebelah. Ia membiarkan saya berbicara padanya, pada teman saya. Tapi sejatinya, sungguh, saya sedang berbicara dengan diri saya sendiri. Menampar-nampar halus benak saya. Belajar lagi tentang kata Ikhlas, Rela, Husnudzhan dan seperti yang saya sampaikan pada teman saya itu : Percaya. Kalau Allah selalu kasih yang terbaik buat kita, gak mungkin enggak. 


Setelah agak lama hening kembali, 

tiba-tiba Nia menanyakan hal lainnya.. 

Nia: Oh ya Zah.. Percaya gak zah, kalau jodoh itu.... 

Saya : -____________-" *berharapdosenlangsungdatang, tapi ternyata belum dtg2 juga. Sampai akhirnya obrolannya pun masih berlanjut. hahaa.



*jreng jreng.. ini cerita bakalan panjang. -next time saya sambung InsyaAllah yaa. :D



Oh My Allah, 
Subhaanaka Allahumma Wa bihamdika.. 

#Dzulhijjah1433
*RoadTo1434, InsyaaAllah* 

Wednesday, November 7, 2012

Random Reflection

Bismillaahirrahmaanirrahiim


#Awalnya sejak kubaca ayatNya, bahwa daun yang gugurpun telah ditetapkan dalam Lauhul Mahfudzh.
Sejak saat itu, aku tidak pernah lagi berpikir bahwa satu dan banyak hal yang terjadi pada hidupku adalah kebetulan. 
Ya, singkatnya, aku tak pernah percaya dengan "kebetulan".
Karena seperti yang termaktub dalam surat cinta itu, semua terjadi karena kehendakNya. 

Itu saja. 


#Lain cerita.
Bersyukur saat diberikan kesempatan menjadi satu dari banyak orang yang belajar tentang ilmu manusia. Ilmu Jiwa. Psikologi, begitu banyak orang menyebutnya. 
Belajar Psikologi itu belajar manusia. Belajar BK (Bimbingan dan Konseling) itu belajar untuk memahami orang lain, terlebih dalam hal afeksi. Satu hal yang perlu diingat, sebelum mengenal dan memahami mereka semua, terlebih dulu kita harus memahami diri sendiri. 

Itu kuncinya. 

#Belajar Belajar dan Belajar



#Memahami bahwa nyatanya memang ada pertahanan-pertahanan ego yang digunakan manusia. We call it "defense mechanism". :) 

Dari mulai yang baik digunakan hingga yang buruk. Dari mulai yang jarang kita gunakan, sampai yang sering. Bahkan dari yang sadar kita gunakan, hingga yang tidak kita sadari sama sekali. 

#Menjadi satu ketentuanNya bahwa aku memang harus ada disini. Menjadi satu bekal dan pembelajaran tersendiri untukku mengerti, dan semakin memahami. 


Suatu hakikat : untuk apa, mengapa, bagaimana, lalu.... 
Satu lagi: tak harus semua pertanyaan terjawab saat ini juga. :) 


*Dzulhijjah1433

Wednesday, October 31, 2012

ke-hidup-an dan Ular Tangga

Pernah bermain Ular Tangga ? :)
Weekend lalu, saya diajak bermain Ular Tangga dengan sepupu-sepupu saya. hehe.  Bermain dengan anak-anak ternyata bisa menjadi obat mujarab melepas lelah buat saya. :)
Selama permainan, saya pikir saya akan menjadi pemenangnya. haha. Tapi pada akhirnya saya dikalahkan oleh lelaki tampan berumur Tujuh tahun itu. Huh.
yayayaaaa. Saya kalah.
**
Anyway, setelah sekian lama saya tidak bermain Ular Tangga. Tapi saya selalu ingat cara dan aturan permainannya. Mudah dan Praktis. :D
Berbeda dengan permainan Monopoli, Halma, atau apalah. Hahaa. Wong saya ndak bisa main monopoli dkk itu, :D
Entah kapan terakhir saya bermain Ular Tangga, yang jelas, sebelum-sebelumnya, permainan itu hanya sebagai ajang having fun.
Tapi entah kenapa, kemarin ada bisik-bisik dalam diri saya sendiri, sembari saya melakukan permainan tersebut, dengan bocah-bocah itu.


Zah, ke-hidup-an ini seperti bermain Ular Tangga.
Kadang naik, kadang turun.
Kadang ketika sudah naik sangat jauh,
bisa saja ada "ular" yang membuat kita turun drastis.
Tapi bagaimanapun,
kita harus terus bersiap dan bersemangat untuk mencapai finish.
Meski terlalu banyak kemungkinan yang terjadi.
Jangan pernah menyerah, itu kuncinya.
Ah tapi Zah, nyatanya,
ke-hidup-an ini tidak bisa sesederhana bermain Ular Tangga,
yang bisa naik dan turun,
hanya dengan mengocok dadu. haha.
Yap,
Hidup ini butuh perjuangan, Zah.
butuh sesuatu yang harus rela kau korbankan.
butuh pencarian,
bukan cuma menunggu jawaban A-B dariNya,
seperti halnya menunggu keluarnya Mata 1, 2, 3, 4, 5, atau 6, pada pengocokan dadu di permainan Ular Tangga.hehe.
***

Sunday, August 26, 2012

bahagianya kau miliki saudara adalah mereka mampu memandangmu sampai titik terburukmu, kemudian mereka pula yang setia menasihatimu, :')

Friday, July 27, 2012

kelak, dari rahim ini yaAllah. *aamiin* Rabbi habli minashshaalihiin, :)

Romantis itu sesederhana, seorang ayah yang masuk ke kamar putrinya, bawa setablet obat dan bilang "Nih obatnya yang ini, diminum". :') *yaiyalah romantis, biasanya cuma disuru2 minum obat, ga pernah nyampe dibawain* :D

Monday, July 23, 2012

rindu-harap

selalu saja, ada setitik rindu yang kau titipkan
pada kelopak-kelopak mawar di pekarangan rumahmu.
pada awan-awan yang mekar bertebaran.
pada nyanyian-nyanyian musisi jalanan yang menemanimu sepanjang perjalanan pulang.


dan seketika itu, dalam rindu yang menghantarkanmu pada setangkup harap
bahwa di ujung jalan sana kau kan menemukannya.
sebuah batas yang menjadi kunci tuk menembus batas lainnya,
yang lebih mengangkasa.


~ruanghati,
4Ramadhaan1433