Showing posts with label kalamerz. Show all posts
Showing posts with label kalamerz. Show all posts

Sunday, May 29, 2011

Kau sakit, Nona ?

Maafkan ku,
karena ketidaklihaianku rangkaikan kata,
atau karena ketidaksesuaian nada,
hingga kau menangkapnya dengan persepsi berbeda.

Maafkanku, Nona.
Bila memang hal itu membuatmu tak suka.


Kau sakit, Nona?

....
kalau saja kau tahu,
aku adalah orang yang lebih dulu menelan pahit,
jauh-jauh hari sebelum (mungkin) kau rasakan sakit,
karenaku.

Kau sakit, Nona?
kuharap, lebih baik kau sakit hari ini.
daripada kau harus -memahitkan- masa depanmu, nanti.


untuk semua yang tersampaikan,
aku hanya tidak ingin menundanya lagi,
aku hanya tidak ingin lagi,
tidak ingin sesak nafas-sesak nafas lagi.

***
***
***
atas cinta aku bicara,
atas cinta pula,
ku harap kau bisa terima.


atas dasar cinta,
dan kepantasan cinta itu bermuara.




..Sesungguhnya Engkau Tahu bahwa hati ini telah berpadu
Berhimpun dalam Naungan CintaMu
Bertemu dalam Ketaatan
Bersatu dalam Kebenaran
Menegakkan Syariat dalam Kehidupan..

Sunday, December 26, 2010

mozaik cikini

ini tentang kita,

butuh waktu memang,

untuk tahu-sadar-faham.

seperti tingkatan ukhuwwah, ta’aruf-tafahum-ta’awun-takaful-itsar..

semua itu,

kesemuanya itu juga akan ‘terungkap’ pada waktunya.

orang-orang biasa menyebutnya, -indah pada waktunya-

 

Ahh,

lagi..

seperti hari ini,

seperti waktu itu,

seperti kemarin,

atau seperti hari-hari nanti..

 

dan bila itu adalah rahasia,

ini hanya tentang waktu dan ke(tentu)an.

 

mungkin memang baru saat ini,

atau mungkin baru saat itu,

atau mungkin baru nanti-nanti.

yang jelas, yang saat ini benar-benar aku tahu,

: ‘kita’ sudah punya tempat sendiri dihatiku,

dan aku tahu konsekuensinya.

 

haa,,,

siapa yang bisa mengira,

setelah sekian lama.,

setelah nyaris separuh dekade perjalanan ‘kita’,

baru dilangkah sekian puluh ribu, akhirnya aku benar2 tahu.

sesuatu yang mungkin belum juga kau tahu.

tentang kamu, tentang dia, tentang ‘kita’,

hah, jelas.

semua indah pada waktunya.

mungkin, jika tahu-nya sedari dulu, sekarang tak akan seperti ini.

mungkin, jika tahunya dari dulu, gak akan ‘se-seru’ ini,, hehe..

 

dan betapa aku sungguh-sungguh tahu,

kalau separuh dekade ini juga tak cukup membuatku tahu segalanya, semuanya..

apatah lagi, tumbuh kembang masing-masing ‘kita’.

ah, produktif. produktif. satu hal yang membuatku bersyukur dan bangga.

rasanya aku ingin berteriak pada mereka,

: hey lihat , dia sahabat saya  !

 

 

ehem, cinta Berkawan-nya Edcoustic, cekidot.. ^^

 

Seutas tali memadu simpul tawamu duhai kawan

Simpulnya jatuh dipelupuk nurani yang tertambat cinta

Cinta berkawan bersama nikmati semusim masa

 

Disela kehangatan berkawan adalah aku pandang

Satu persatu garis wajah duhai kawan penuh harapan

Andai saja slalu bersama setiap masa sehati

 

Suratan Tuhan kita disini menapaki cerita bersama

Cinta berkawan karna sehati dalam kasih Illahi

Tepiskan hal yang berbeda agar kisahmu teramat panjang

Simpan rapi harapan berkawan selamanya..



 

especially my lovely kalamerz

: ima,uwi,eka,nia,selvi,tommy,alvi,eza,rusdy,eky,arnan ^^

 

perubahan = kedewasaan.

masih banyak hari menanti disana.

ia menanti, menanti goresan2 kita.

tuk lengkapi mozaik-mozaik hidup kita,

yang telah dipersiapkanNya.

 

* sudah mengawang-ngawang sejak aku ada di stasiun Cikini kemarin (pulang Daurah),  akhirnya baru bisa ngalir sekarang.. 

Seninpagi, 27Des`10

Friday, July 30, 2010

Hopefull///

Sekering itukah?
Luka..

Sehambar itukah ?
Rasa..

Sebeku itukah?
Jiwa..

Sekeras itukah?
Hati..

Duhai Allah...
Meskipun begitu ia..

Malam ini.. Dan malam malam panjang setelah ini...
Izinkan aku mengatakan padanya,
kalau
:: aku tetap disini, mencintaimu..
Entah kenapa...


Monday, May 3, 2010

pernah ada masa-masa (S.A.F)

Pernah Ada Masa-Masa

(Salim A Fillah) 

pernah ada masa-masa dalam cinta kita
kita lekat bagai api dan kayu
bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
hingga terla
mbat untuk menginsyafi bahwa
tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu

pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini
kita terlalu akrab bagai awan dan hujan
merasa menghias langit, menyuburkan bumi,
dan melukis pelangi
namun tak sadar, hakikatnya kita saling meniadai

di satu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari
mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman
bahkan saling nasehatpun tak lain bagai dua lilin
saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api

kubaca cendikiawan dinasti ming, feng meng long
menuliskan sebaitnya dalam ‘yushi mingyan’;
“bungapun layu jika berlebih diberi rawatan
willow tumbuh subur meski diabaikan”

maka kitapun menjaga jarak dan mengikuti nasihat ‘ali
“berkunjunglah hanya sekali-sekali, dengan itu cinta bersemi”

 padahal saat itu, kau sedang dalam kesulitan
seperti katamu, kau sedang perlu bimbingan
maka seolah aku telah membiarkan
orang bisu yang merasakan kepahitan
menderita sendiri, getir dalam sunyi
-ataukah memang sejak dulu begitulah aku?-

dan sekarang aku merasa bersalah lagi
seolah hadirku kini cuma untuk menegur
hanya mengajukan keberatan, bahkan menyalahkan
bukan lagi penguatan, bukan lagi uluran tangan
-kurasa uluran tanganku yang dulupun membuat kita
hanya berputar-putar di kubangan yang kau gali itu-

**

 

setidaknya,, puisi di atas yang tengah menggambarkan suasana hatiku saat ini..

Maaf,, aku sedang tak mampu lagi berkata..

Karena kini aku tengah berkaca ,,,

”Selalukah seperti ini ? Seperti rontokknya dedaunan satu persatu ?”

 

*Sepenuhnya salahku,, yang membiarkannya begitu saja..meski (sungguh) aku tak rela..

 

 

Tuesday, March 23, 2010

Mengangeni. semuanya...

Kangen kumpul bareng sodara-sodari Kalamerz...

  Kangen kumpul bareng sa-udara seFIP, Kampus Hijau UNJ

   Kangennnnn bintangggg...

    Kangen semuaaaaaaaaaaaaaaaaaanya.

 

Kangen pantai.

 Kangen ombak.

  kangen pasir..

   kangen naek perahu.. ;p

    kangen jeprat-jepret bareng2..

     kangen nge-guyon bareng..

      kangen semilir anginpantaiiii....

       hushhhhhhhhhhhh..... (gak gitu juga sih bunyinya..)

 

       kangen nge-bolang.

      kangen gunung.

     kangen dingin.

    kangen curug.

   kangen ‘diomelin’

  kangen petuah2 dari para tetua (hhe, peace kakak2... J)

 kangen ‘capek’-nya.....

 

 kangen ( pengalaman pertama itu,  _________________ )

  langit malam.

   begadang. jama’ah(an).

    bintang-bintang.

     teleskop. terus....

      neropong.

       kangen ...

        pengen lagi....

         takjub atas ke-Maha Karya-Nya; saturnus, orion, lupus, scorpius, centaurus, crux, vega (gak sempet ngeliat, keburu ketutup awan lagi langitnya, huhu..), and my fav... alpha centauri-terang banget, asli.
Dan masih banyak lagi (sebenarnya) yang belum mampu ku identifikasi.

kangen...
kapan lagiiiii yah......................??????
kapan lagi yah momen itu tercipta untukku (lagiiiiii........)

 
merinduinya, sungguh.
dan terakhir, kangen untuk ‘mengemasnya’ lagi.

Mengapa, ah, spirit itu rasanya sedang tak ada. atau tak mau... ?

Tuesday, February 23, 2010

energi baru itu, salah satunya (mungkin) kamu

Subhanallah wal hamdulillah...

Sepulang dari kampus tadi, sengaja (sekaligus memang rindu), untuk ‘menengok’ SMA. -Jarak kampus-SMA emang gak terlalu jauh sih..- Biasanya jumat memang ada kuliah sampe sore, tapi kebetulan tadi dosennya berhalangan untuk hadir. Jadi akan aku manfaatkan waktu yang ada untuk silaturrahim ke SMA. Yap. SMA. dua-dua.

**
Kangennn euy.. setelah lumayan lama gak menyempatkan diri untuk ke sana. Entah kangen sama apanya. Yang jelas aku kangen dengan suasana sekolah-an. Kangen sama adik2 ‘lugu’ dan manis2 itu. Kangen sama Masjid Al Fikri yang punya banyak sejarah, unforgetable moment, unforgetable placement, unforgetable persons. Dan sebenarnya, yang paling aku kangen-in emang suasana mentoring-nya. Kangen menobatkan diri menjadi “Kakak mentor”. hmmmm...

Ckckckk... terkait mentoring, emang banyak banget yang harus aku instropeksiin sendiri, bukan atas nama lembaga atau apa, tapi instropeksi atas nama aku, atas nama diri, atas nama pribadi, atas nama HAMBA, yang udah lalaaaaaaaaaaiiii banget. Astaghfirullah...
Parah. Parah... ckckckck...

Satu kelompok yang aku pegang di SMA jadi menghilang gitu ajah. Kadang aku bingung, salah siapa yaaa...? Sampe susaaaaaaaaaaaaaahhhh banget ngajak-in ade2 yang baru buat ngelanjutin mentoring. Setelah bercermin, sebenarnya itu semua juga ngaruh ya sama kondisi aku-nya, khususnya ruhiy dan menej waktu. Betul tidak ?
Oh ya, ternyata gak cuman adik2 di SMA aja yang pada ‘ngilang’, tapi adik2 kelas di kampus juga pada kemana ya ????? Innaalillaah...
*permudah, ya Allah...
Aku akan segera berbenah, memperbaiki semuanya, meski tak langsung sekaligus, tapi setidaknya akan ku segera perbaiki, men-charge ruhiy kembali, mem-full-kannya, me-menej waktu, waktu yang dirasa semakin kurang dari yang harusnya dilakukan, padahal setiap orang juga sama2 24 jam. – Hariitsun ‘ala waqtih ---
Ya. 3B - 3 kata pamungkasku - Bismillah. Bi idznillah. Bisa.
**
Satu energi baru yang aku dapatkan. Sepulang dari SMA (dua-dua) tadi.

Setelah bertemu dengan adik2 manis tadi, seperti ada rindu yang terobati. Aku diminta untuk ngisi ‘mentoring singkat’, karena kebetulan tadi di sekolah sedang ada acara rohis, yang alhamdulillah bisa membentuk beberapa kelompok mentoring baru. Jadilah aku kembali berkenalan dengan adik2 yang baru, mentoringpun berjalan, meski singkat, hanya perkenalan, ditemani dengan senampan nasi goreng spesial untuk satu kelompok sebagai menu untuk acara hari itu. Subhanallah, tak ku sangka, adik2 yang baru aku kenal itu benar2 sangat antusias, diskusi kami-pun mengalir, membuat kami semakin akrab.. Hingga waktu yang disediakan panitia sudah habis, tapi tetap saja kami masih larut dalam obrolan. Bukan obrolan yang tanpa makna, insya Allah.

Senang sekali aku hari ini, duduk kembali dalam lingkaran baru. Semoga duduk2 kami siang tadi menjadi langkah awal untuk kedepannya, dan semoga bisa ter-follow up-i dengan baik. Aamiin.

**

Dan..
aku rindu zaman itu....
ketika pertama kali mengenal sahabat2 baru di sana..
duduk sama-sama dalam satu lingkaran kecil.
membahas semuanya; diri, keluarga, agama, sekolah, rohis, juga menjadi wadah kita berbagi rasa.
mengerjakan tugas sama-sama.
saling mengajarkan sekaligus masing2 kita saling belajar.
belajar untuk mengenal, belajar untuk mengerti, belajar untuk memahami, belajar untuk mencintai...
belajar untuk mendengar, belajar untuk berbicara, belajar untuk bekerja sama.
kami ada dalam satu atap yang sama.
kami ada di atas pijakan yang sama.
dan mulailah saat itu kami melangkah, dengan langkah pertama kami.
dan selanjutnya,
kami ber-dinamika.
di perjalanan, kami sama-sama berlari, saling mengejar.
bukan berarti kami tak pernah menengok atau meninggalkan. bukan berarti kami hanya mementingkan masing-masing kami. Tidak.
sesekali ada diantara kami yang terjatuh, dan kami saling membantu, mengajak untuk bisa bangkit kembali.


Romantika itu memang begitu indah.
Menjadi satu kenangan manis di setiap memori kita. Persaudaraan kita tak akan pernah berakhir, sampai kapanpun.
Bukankah kita masih ada dalam satu atap yang sama?
Bukankah kita masih di atas pijakan yang sama?
Bukankah hati-hati kita memang (akan) selamanya menyatu, selama masih karena-Nya ?
Dan berharap, persaudaraan kita akan menemani hingga akhir perjalanan kita nanti, membawanya pada keabadian, hingga kelak kita bisa sama2 berkumpul ‘disana’ meski hanya diatas sebidang tanah yang Ia sediakan untuk kita....
(special for all kalamerz)

* Maka, jangan pernah mengecewakanNya. Karena harga tanah ‘disana’ gak semurah itu............


Feb 19th..