Wednesday, December 19, 2012
Gerak yang Menyembuhkan
Penolakan
Saturday, December 8, 2012
Niscaya itu, Sementara(kan) saja
“dan orang-orang yang beriman, beserta anak-cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan. Kami pertemukan mereka dengan anak-cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikitpun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya”
(Ath Thuur: 21)
Thursday, November 8, 2012
Cermin terbaik kirimanNya
Allah selalu punya cara terkeren buat bikin kita ngerti, faham, dan pada akhirnya sadar.
See?
Akhirnya saya sadar,
entah ini adalah kesadaran saya yang keberapa.
Tapi sering, yap, sering.
Seriiiiiing banget Allah bikin saya sadar,
dengan cara yang ah, it's too simple.
atau terkadang lewat cara yang berputar-putar, tapi pada akhirnya disitu juga.
atau pernah juga, ibaratnya bikin saya dari Jakarta ke Bandung, tapi melewati Makassar dulu.
hm, apadeh ini analoginya,, haha.
yaa suka-suka saya lah yaa..
intinya begitu.
Mudah.
Mudaaah banget bagi Allah mah.
ciyusss deh, :P
dan kali ini, (meski) ini udah yang kesekian kali sih.
Tapi saya baru nulis tentang ini sekarang.
Hm, Dia memang paling Tahu, kalau saya selalu #nyess kalau dikasih cara yang beginian.
Beginian? hehee..
okesip, sebelum nambah berbelit-belit apa yang mau saya ceritakan..
Begini, Beginian itu adalah..
caraNya Allah buat saya, dan yang paling sering bikin saya #nyess sendiri adalah dengan sesimpel :
Allah memberikan cermin ke saya dan seketika itu pula saya (yang mau tak mau) diberikan kesempatan untuk berbicara sendiri di hadapan cermin itu.
**
Suatu siang, antara dua bocah perempuan, di sebuah kursi panjang di depan kantor Jurusan. Sembari menunggu dosen untuk melakukan bimbingan.
Saya ditemani oleh seorang teman, sebut saja Nia, yang selama empattahun lebih dikenal sebagai orang yang superpendiam. haha.
tiba-tiba dirinya melepas keheningan.. hhoo..
Nia : Zah, emang Allah selalu ngasih yang terbaik ke kita?
Saya : Iya, Ni... Pasti. Pasti. Apapun dan bagaimanapun yang Alah kasih ke kita. Itu pasti yang terbaik. Gak mungkin enggak. :)
Nia : walaupun, itu bentuknya musibah?
Saya : Hmm, iya *menghela napas*. Kadang, kita gak tau makna dibalik -apapayangkitaanggap- musibah itu. Tapi pasti ada hikmah. Dan itu yang terbaik.
Nia : meskipun bertubi-tubi ?
Saya : Bisa jadi itu ujian. Ujian itu kan kenaikan derajat keimanan. Ibaratnya gini Ni, gak mungkin kan, anak SMP, dikasih soal ujian SMA.. Itu terlalu sulit. Dan gak mungkin, anak SMP, cuma dikasih ujian anak SD, itu terlalu mudah. Masing-masing ada ukurannya. Allah tau ukuran kita, kita harus dikasih soalujian yang kayak gimana, dan Allah jamin kalau kita bisa melewatinya. Gak mungkin melewati kapasitas kita. Laa yukallifullahu nafsan ilaa wus'aha, gitu kata Allah. Intinya, tergantung sejauh mana usaha kita melewatinya. Kalau kata temen gw, kalau kita udah nyerah dan bilang gabisa, itu berarti: belum semua kemampuan kita kita kerahkan.
Allah pasti kasih yang terbaik, pasti Ni. Husnudzhan sama Allah. Itu kuncinya. Kunci biar Bisa sabar. Biar Bisa ikhlas. :)
Nia : Iya ya Zah,, Allah.Pasti.Kasih.yang.Terbaik.Buat.Kita. :)
Saya: #MasihHening
*sesering itu Allah ngasih pinjem cermin ke saya dan kali itu lewat teman yang saat itu sedang duduk di sebelah. Ia membiarkan saya berbicara padanya, pada teman saya. Tapi sejatinya, sungguh, saya sedang berbicara dengan diri saya sendiri. Menampar-nampar halus benak saya. Belajar lagi tentang kata Ikhlas, Rela, Husnudzhan dan seperti yang saya sampaikan pada teman saya itu : Percaya. Kalau Allah selalu kasih yang terbaik buat kita, gak mungkin enggak.
Setelah agak lama hening kembali,
tiba-tiba Nia menanyakan hal lainnya..
Nia: Oh ya Zah.. Percaya gak zah, kalau jodoh itu....
Saya : -____________-" *berharapdosenlangsungdatang, tapi ternyata belum dtg2 juga. Sampai akhirnya obrolannya pun masih berlanjut. hahaa.
*jreng jreng.. ini cerita bakalan panjang. -next time saya sambung InsyaAllah yaa. :D
Oh My Allah,
Subhaanaka Allahumma Wa bihamdika..
#Dzulhijjah1433
*RoadTo1434, InsyaaAllah*
Friday, June 15, 2012
Aman(ah)
Seperti apa rasanya, ketika kau dihadapkan pada seseorang yang, dengan segenap kepercayaannya padamu, menitipkan benda kesayangannya padamu.
Lalu, karena kelalaianmu, ketidakcermatan kau menjaganya, benda itu rusak, entah pecah, atau mungkin sampai berbelah.
Bisakah kau gambarkan, bagaimana perasaannya saat itu ?
Sekali lagi, ketika dulu ia menitipkannya padamu, salah satu sebabnya karena ia telah mempercayaimu.
Tapi kamu justru mengecewakannya, kelalaianmu ketika menjaga, lalu merusaknya.
Bisakah kamu lukiskan, bagaimana kira-kira perasaan (ekspresi) orang itu > ? ?
Mungkin, kau akan meminta maaf padanya dan berusaha untuk mengganti barang itu semampumu.
Mengembalikan mood orang itu dengan caramu,
Mengakui salahmu tulus, dan mengatakan padanya
: “Maafkan aku, aku memang bukan sebaik-baik penjaga, mungkin ini cara Allah menegurku, untuk lebih kembali berhati-hati ketika menjaga titipan. Maafkan… “
Titipan.
Apa bedanya dengan amanah?
Sama.
Amanah itu titipan. Titipan itu amanah.
Sebab (sejatinya) tak ada satupun yang kita punya, ‘kan?
Jika merusak benda orang lain yang dititipkan padamu saja, begitu membuatmu merasa bersalah.
Bahkan harus menggantinya, meminta maaf padanya.
Maka,
“Bingkisan” yang Allah titipkan padamu itu,
Seharusnya memang dapat sungguh-sungguh kau jaga.
Jika satu dua rambu di perjalanan mengharuskanmu untuk berhenti sejenak, menepilah.
Jika titipanNya masih saja lalai kau jaga,
Maka, tetaplah menjaga.
Sebab Sang Penitip masih dengan setia menantikan permintaan maafmu, seberapapun lalaimu.
Hei,, hei ! kamu ! iyaa kamu !
Yang Menitipkannya padamu (sebenarnya) tak butuh dirimu,
Ia hanya ingin melihat kesungguhanmu, menjaganya “bingkisan” dariNya hingga batas akhir.
Itu. Itu. Dan hanya Itu.
: teruntuk, ruang hati paling dalam.
Semoga senantiasa Ia lembutkanmu, agar dapat kau petik beribu, bahkan lebih,
hikmahNya dari apapun yang kau lihat, dengar, dan rasa.
*walau hanya dari “sesuatu yang hilang”
~ Rajab 1433
#np: Snada - Rindu
Sunday, June 10, 2012
Kembalilah
biar aku ceritakan padamu,
sedikit saja tentangNya,
karena menceritakan semuanya aku tak mampu,
seberapapun banyaknya aksara yang tereja,
biar aku sampaikan padamu,
sedikit saja tentangNya,
karena menceritakan segalanya aku tak mampu,
seberapapun banyaknya melodi yang tercipta,
biar aku mengajakmu,
: belajarlah untuk mencintaiNya diatas segalanya.
serapuh-setertatih apapun kau menujuNya,
sungguh Ia tak akan pernah kecewakanmu, sedikitpun.
sebanyak apapun dosa dirimu,
sungguh Rahmaan Rahiim Ghafuur diriNya lebih luas dibanding lautan dosamu.
Maka, kembalilah...
kembalilah..
kemballilah..
bersegeralah, sebelum kau benar2 lupa.
~ Rajab 1433
(Dan Aku akan tetap menjadi Rahasia yang senantiasa mengingatmu,
meski sesekali kau lupa.) - BGM
Sunday, June 3, 2012
[copas] Masih Kuingat Jelas
Tuesday, May 15, 2012
Abi Kepada Anak-anaknya #2
1. abi hidup cukup lama untuk pahami bahwa umur bukan penanda bijaksana | ia hanyalah angka yang maknakan lama nafas yang dihela
2. abi telah habiskan cukup banyak buku untuk pahami bahwa pengetahuan bukanlah kunci hidup | ia hanyalah pengantar kunci kehidupan
3. abi sudah menikah cukup lama dengan ummi-mu untuk ketahui bahwa kecantikannya bukan terletak pada parasnya | tapi pada keyakinannya
4. abi sudah alami, mendengar cukup banyak untuk simpulkan bahwa pacaran bukanlah awal baik pernikahan | karena sesembahannya berbeda
5. nak, bila engkau pilih wanita berdasarkan fisiknya | 3 hari setelahnya, engkau akan sadari rumput tetangga lebih hijau, tak ada puasnya
6. nak, bila engkau pilih wanita berdasarkan hartanya | beberapa saat akan engkau temukan dia cenderung pula pada pria semacam itu
7. ummi-mu cantik setelah abi sadari ketundukannya kepada Allah | ummi-mu menarik saat jilbabnya selimuti auratnya
8. mungkin kau anggap abi hilang akal, tak pahami maksud dibalik kata abi | abi hanya bisa berharap satu saat engkau pahami, nak :)
9. nak, mungkin banyak wanita diluar sana yg baik, tapi sedikit yg taat pada Allah | lebih sedikit lagi yg mau taat padamu karena Allah
10. nak, kelembutan hati seorang wanita adl utama, dan kejujurannya adalah nyawa | pilihlah yg mampu engkau percaya dan mendengarkanmu
11. nak, aku takkan hidup cukup lama untuk selalu menasihatimu perkara rumahmu, itu urusanmu, pesanku satu | bersabarlah pada istrimu kelak
12. jaminkan sayangmu pada Allah, selama kalian berdua mencintai Allah | tiada satu hal pun perlu ditakutkan dalam bahtera pernikahan
13. dan kau tahu, setiap kau bertanya, sampai hari ini abi tak tahu jawabnya | "mengapa abi pilih ummi? hmm, bisa kau beritahu abi skrg?" :)
@felixsiauw
Wednesday, April 18, 2012
Abi Kepada Anak-Anaknya
Abi Kepada Anak-Anaknya.
1. masih tersimpan imaji wajahmu di dinding kamarku | tak pernah kupercaya bahwa pernah kau semungil itu
2. sekarang kau telah tumbuh dengan ambisi yang besar | tinggi untuk digapai juga rentan tuk terkapar
3. dulu, engkau selalu memerlukanku dalam segala hal | namun sekarang engkau berdiri diatas kedua kakimu dan lakukan semua hal
4. dulu, namaku kau sebut saat kau meminta apapun | namun sekarang kau punya teman seluruh dunia yang siap membantu kapanpun
5. tapi, bila langitmu suatu saat runtuh, dan tiada siapapun yang tersisa | tengoklah kebelakangmu anakku, bersamaku engkau terasa
6. kemanapun pengembaraanmu, tengoklah anakku, kebelakangmu | dan ingatlah, kau takkan pernah sendiri, Abi selalu mendukungmu
7. aku selalu berpesan kepadamu, bahwa cinta yang sejati adalah mencintai Allahmu | dan jangan pernah lupakan hal itu
8. dan bila engkau menjaga hatimu agar selalu pada-Nya | sesal dan sedih, maka engkau akan selalu jauh dari mereka semuanya
9. engkau dapat melaju terbang setinggi langit anakku, sejauh yang mampu engkau pandang | namun ingat bumi akan selalu menarikmu datang
10. ada satu masa engkau akan merasa bahwa dunia adalah milikmu seorang | namun ingatlah bahwa semua yang fana pasti akan hilang
11. akan pula kau temukan masa dimana kau berjalan melawan arus dunia | dihempaskan arus kekejian, merasa putus dari karunia
12. bila seakan tak ada lagi harapan yang bisa kau saksikan | tengoklah di balik punggungmu, anakku, disana dirimu aku nantikan
13. sejauh apapun kesalahanmu, tengoklah anakku, dibalik punggungmu | aku akan menerimamu dengan pelukan terbaikku
14. aku tak bisa bersamamu selama-lamanya, ada waktunya aku akan pergi | atau engkau yang akan lebih dulu pergi
15. aku akan berat melepasmu bila tiba masa itu | katakan padaku saat itu dengan manis “Abi, saatnya bagiku membina hidupku”
16. aku tak bisa menahanmu dari mencintai, aku tak dapat menahanmu saat tiba waktu kau pergi | Demi Allah, lakukan dengan ridha Rabbii
Abi Kepada Anak-anaknya 29 Mei 2032
@felixsiauw
*****
di awal, tengah, dan akhir baca,
gak bisa gak inget orangtua.
Ummii.. Abii..
Love!
#hugtight
Saturday, February 25, 2012
'abasa watawallaa
sesering apapun kisahmu terulang, Baginda.
Lewat seorang lelaki buta,
: Ibnu Ummi Maktum.
hingga Allah menegurmu dengan peristiwa yang melibatkannya.
Merindumu akut, yaa Rasulullaah..
Ingin rasanya bertanya padamu,
bagaimana rasanya saat engkau mendapat teguran langsung dariNya?
sebab wajah masammu...
lembut sekali Rabb menegurmu..
mengajarkan hikmah pada kami,
ummatmu.
Merindumu akut, yaa Rasulullaah...
Betapa merindukan sosokmu,
perangaimu,
lembutmu,
kekatamu,
senyummu,
nafasmu,
semuatentangdirimu.
'abasa watawalla..
ya Rasulullaah,
cukuplah teguran Rabb kepadamu,
dan setelah itu,
tak ada lagi teguranNya untukmu..
'abasa watawalla..
maka, sungguh..
sungguh, kau telah ajarkan itu, pada kami kan?
iya kan?
iya kan, Zah? [!!!]
'abasa watawalla...
Astaghfirullaah Astaghfirullaah Astaghfirullaah..
**
***
satu lagi yaa Rasulullaah,,
tak pernah sekalipun kau menengok kawan bicaramu, kecuali kau hadapkan seluruh tubuhmu pada kawan bicaramu itu.
iya kan, Rasulullaah?
Merindumu akut................
Friday, February 10, 2012
Rindu-Snada
Kumencari cahaya-Mu
Yang hilang sirna tak tersisa
Semakin kuterlena
Semakin kuterbawa
Arah hina dan ternoda
Reff:
Kurindukan sinar suciMu yang mulia
dan kuharapkan belai kasihMu
Agar musnah semua keangkuhan diriku
dan kulepaskan dari sifatku
sepenuhnya : doa.
Saturday, February 4, 2012
Sendirian?
memang saya butuh waktu2 untuk melakukan perjalanan seorang diri..
sendirian?
iya.
terlebih lagi, perjalanan yang tak biasa, ke tempat yang tak biasa, dan dalam waktu yang tak biasa pula.
sendirian?
iya.
saya ingin mengajak jiwa saya berkelana, membawa pikiran saya melayang-layang sesukanya,
merenung dalam-dalam, tentang hakikat apa, siapa, mengapa, bagaimana...
sendirian?
iya.
dan saat-saat seperti itu, tolooong... jangan ganggu saya.
biarkan saja, berikan waktu bagi saya untuk menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan saya sendiri.
meskipun , seringnya saya justru mendapatkan pertanyaan-pertanyaan baru atas tanya-tanya sebelumnya. haha..
saya cuma ingin mencari ketenangan,
dan salah satu caranya adalah dengan "ini".
sendirian?
iya..
dan setelah itu semua..
sendirian?
tidak.
disana,
disaat-saat saya bermain dengan pikiran-pikiran saya sendiri.
disaat-saat saya bertanya-tanya dengan nurani..
disaat-saat saya mempersilahkan jiwa untuk bicara,,
disaat itu pula,
saya semakin merasakan keberadaanNya,
dekat dan sangat dekat.
merasakan bahwa ternyata
: saya memang tidak akan pernah benar-benar sendiri !
*after contemplation,
**ba'da "menjelajah" seorang diri.
'ala kulli haal, Alhamdulillaah..
Sunday, January 22, 2012
Hanya Sebuah Anak Tangga
Menjadilah pundak ini, seperti ringan.
Terselesaikannya amanah di satu tahun terakhir.
Meski tak sempurna, meski belumlah berakhir paripurna,
Meski masih banyak kau lihat cacat seorang manusia.
Saat telah tiba waktunya,
serah terima tongkat amanah yang sesaat membuatmu lega.
Mungkin lega, karena mampu membuatmu tersenyum dengan adanya mereka
: penerima tongkat estafetmu.
Kau bisa lega, sesaat. Ya. Hanya sesaat.
Sesaat bahkan bisa jadi tanpa jeda,
karena hakikatnya, Ia telah menyiapkan sebuah kejutan lagi untukmu,
kejutan yang akan jauh lebih istimewa.
lebih membuat dirimu merasa lemah dan tak ada apa-apanya,
menjadikan dirimu semakin sadar bahwa dirimu tak punya kekuatan apa-apa.
menjadikanmu sebagai hamba yang semakin merindu kekuatan dariNya.
dan kau juga tak akan bisa apa-apa,
tanpa mereka : Saudara, yang sama2 berjuang demi mendapatkan RidhaNya.
Persiapkanlah dirimu, hatimu, pundakmu, kakimu, sepatumu..
Masih selalu akan ada tangga-tangga, yang kau sendiri tak tahu dimana anak tangga terakhirnya, puncaknya.
bila saat ini kau putuskan untuk menuruni tangganya,
dengan tanpa ragu, maka selama ini adalah : Percuma!

Yaa ayyuhalladziina aamanuu tuubuu ilallaahi tawbatannasuuha...
@ruanghatipenuhdinamika.
Safar 1433 H.
Thursday, December 29, 2011
aku dan kamu samadengan kita
setelah mendapati ponsel saya yang berdering pendek, tanda sebuah pesan yang masuk;
ternyata dari sahabat dekat saya, hmm, sahabat ? lebih dari itu..
"Bersamamu dalam kebersamaan..
Ada keceriaan yang kau berikan padaku..
Ada kesedihan yang kau bagi denganku..
Ada pembelajaran yang kudapat darimu..
Barakallaah..atas ukhuwwah yang begitu indah.."
-dia-
Masyaa Allah, ternyata seseorang yang sedang timbul tenggelam dalam pikiran saya akhir2 ini mengirimkan smsnya buat saya,, heuheuu..
senang? hmm,, terharu tepatnya.
Baru mau memilih opsi reply di layar hape,
walau belum terpikir akan membalas dengan kata2 apa, hhe.. yang jelas, mau masukin emoticon, :* ,
tapi, sebelum sempat membalas,
ternyata ada pesan baru yang masuk,
ah, dari kontak yang sama dengan sebelumnya,
dan, open!
"sms tadi pernah lo kirim , 2tahun 5bulan 28hari yang lalu"
-dia-
tanpa sadar, ada yang menggenang di sudut pelupuk mata saya, haa,, bagaimanapun, saya ini emang perempuan sensitif deh...
sambil langsunglah saya rep dan segera mengetik, tak hanya dengan jari, tapi juga dengan hati..
"Love u.. mau dikirim kapanpun, yang jelas,, sejak aku mengenalmu, hingga kini, nanti, dan selamanyaa :* . Hey, hows life ? :)"
-aku-
"Ga ada yang spesial tanpa lo... hehe,, dirumah aja, lagi asyik menyendiri.. "
-dia-
...
...
itu caranya menyampaikan kekecewaannya pada saya, ketika saya memutuskan untuk meninggalkannya. Hmm,, gak ninggalin bener2 ninggalin sebenarnya, heehe,,
cuma bagaimanapun, dimanapun, bukankah perpisahan adalah hal yang paling menyakitkan bagi orang2 yang saling mencinta, dan akan terus menyakitkan, bila tak kunjung disikapi pun dengan rasa cinta.
itu sebagian kecil caranya menyampaikan kekecewaannya pada saya. Lagi.
Setelah beberapa waktu lalu, gak biasanya dia bersikap dingiiin sekali pada saya, dan ketika saya tanya tentang sikapnya, dia cuma jawab "Lagi berusaha sendiri aja, tanpa lo.."
**
Hmm, kalau lagi ngadepin -perpisahan- kek gini,, inginnya belajar lagi seperti Al Faruq,
seperti yang dituliskan oleh Ust. Rahmat Abdullah itu;
Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..
**
Semoga setiap perpisahan yang kita alami ini hanya sementara,
sebab Allah telah menjanjikan tempat kita selamanya, disana.
semoga Allah meridhai.
Keep on Allah's way, everywhere, everytime...
stay Fight with Faith,
28Des2011
Saturday, December 17, 2011
Solilokui #2
[Repost]
Bismillaah..
Semalam tadi, saya banyak merenung dan berpikir,
tentang satu janji, yang sangat tak bisa diingkari,
tentang satu ikrar, antara seorang hamba dengan Rabbi,
hamba itu adalah saya.
dan ikrar itu, telah terjadi duapuluhtahun lalu, saat saya masih dalam rahim Ibu.
Semalam itu,
saya mencoba untuk berkontemplasi,
menangisi setiap kesia-siaan yang sudah dilakukan oleh diri ini.
menerjemahkan verbal dan non verbal mereka yang tak bersahabat akhir-akhir ini,
lantas,, mengartikan setiap tetesan hangat yang jatuh di pipi,
menyadari bahwa, betapa banyak nikmatNya yang belum saya syukuri.
Semalam itu,
saya merasa bahwa diri saya sangatlah tidak pantas dijadikan saudari,
banyak hak mereka yang masih compang camping saya tunaikan,
banyaknya ketidakpantasan yang ada dalam diri saya untuk dijadikan sebuah keteladanan.
Semalam itu,
saya hanya butuh ketenangan.
bukan tekanan.
Biarkan saya mengartikan semalam,
sembari memandang langit dengan opera purnama paripurna.
dan izinkan saya terus menerus memparipurnakan diri..
sampai mati..
sampai kembali keharibaan Rabbi..
##
Pagi tadi,
Kau ingatkan hambaMu ini lagi, Rabb..
bahwa Rahmaan dan RahiimMu adalah seluas langit dan bumi,
bahwa Jual-Beli ini adalah hanya denganMu, Rabb.
bahwa shabar dan syukur inilah yang harus selalu kami pegang tinggi-tinggi.
bahwa pemberi petunjuk itu hanya Engkau, Rabb.
dan tugas kami, hanya dan hanya sebagai penyambung risalah RasulMu..
bahwa yang kami lakukan ini belumlah seberapa,,,
belum sampai berdarah-darah..
belum sampai menempuh perjalanan berkilo-kilo meter demi mendapatkan sebuah hadits Nabi.
belum sampai meninggalkan kedua orangtua kami selama-lamanya..
belum sampai 950 tahun mengajak ummat mengenalMu, tapi ternyata hasilnya hanya segelintir orang yang beriman padaMu..
butuh belaianMu amat teramat sangat, selalu, Allahku... kalau aku tak berprasangka baik padaMu,
Muharram 1433.
12122011
@Bagian Selatan Jakarta
Sunday, August 7, 2011
Elegi Senja; 'Azzam, Ziyadah - Tentang Quran.
sore ini, dalam penantian sebuah Bus yang tak kunjung hadir,
sepotong sms masuk ke ponselku;
"kangen ... "
sender : uli
langsung saja ku balas,
"kangen -kita- :* ", sent.
dan izzah, iseng aja, buka-buka inbox, liat2 lagi sms taushiyah dari para sodarasodari,
then, ketemu satu sms taushiyah yang bikin haru, kutipan hadits Nabi, tentang keutamaan orang2 yang menghafal Quran.
dan teringat, ini Ramadhaan diri.. Sudah seberapa jauhkah dirimu berlari ?
**
karena Bus yang kutunggu tak kunjung datang, ku putuskan untuk pindah haluan, yap, Trans Jakarta pun akhirnya menjadi alat transportasiku.
Rupanya smsku yang tadi kembali dibalas oleh sahabatku itu, sahabat dunia akhirat, Insyaa Allah
"Tiba-tiba nemuin buku yang ada tulisannya;
Dengan ini:
Yuliana Nur Fatimah J & Nur Izzah Robbaniyah, berazzam untuk bersungguh-sungguh dalam menghafal Quran, menyetorkan hafalan setiap harinya, targetan minimal harus nambah 1 juz sebelum Ramadhaan. Bismillaah.
Tertanda : Yuliana (Nur) Izzah.
Jumadil Akhir 1432"
deg aja. hanya berucap lirih dalam hati, Allah..
tanpa ekspresi mungkin.
"uli...
'Barang siapa yang menghafal Al Quran, dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya, maka pada hari kiamat kepada kedua orangtuanya akan mendapatkan mahkota yang cahayanya lebih indah dari cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah2 di dunia. Jika demikian, bagaimana menurut kalian orang yang mengamalkannya. (HR. Abu Daud)"
dan awalnya tak berniat untuk membalas sms sahabatku itu (lagi),
yang jelas, aku hanya ingin langsung menggenggam mushafku lagi,
ku ambillah ia di dalam ranselku,
sekaligus ku ambil ponsel dan headsetku,
ku lakukan dua peraktivitas sekaligus,
audio-visual,
memuraja'ah ulang yang mungkin -sedikit sekali- tersangkut,
ku buka mulai laman kedua mushafku,
ku cari-cari file Al Baqarah pada ponselku,
ah ya,,
yang masih sedikit itu,
hanya ingin kembali mengingatnya, mengingatNya.
ah ya,,
yang masih sedikit itu...
beberapa kali akhirnya sms berbalas sms juga,
hingga sms terakhir yang berisi,
"...ayo Li, Ramadhaan ini insyaa Allah gw lompat, ngejar juz 1, Bismillah."
"iyaa, gw juga start juz28 nih, Bismillah,,, semangaat ! "
MencintaiMu semampuku.
Allah, jika tersentuh mendengar kalamMu adalah tanda2 orang bagi orang beriman,
maka aku tak malu dengan tetes tetes ini..
Allah,,
jadikan kami huffadzh Quran, entah kapan terselesaikannya,
jadikan kami sahabat dunia akhirat, Rabb.
8 Ramadhaan 1432 H.
Sunday, July 31, 2011
ia nada, tapi tak berirama
gelap mata, dan terus menerus menari dalam rangkaian nada yang tak berirama.
ia nada, tapi tak berirama.
kau tahu kenapa, mungkin ia dusta,
tapi yang pasti, ia hanya fana.
terpincang pincang, menyusuri jalan berkelak kelok,
turun naik, jatuh bangun, jatuh lagi,
curaaammmm...
ahh.. jurang.
terseok seok,
terseret seret,
terluka,
tercoreng,
ah .. terhina.
mendekat, sedekat dekatnyya,
tapi nyatanya, menjauh sejauh-jauhNya.
Allah, maafkan kalau begitu memunafikkan cintaMu.
kalau lepas semua tabir yang ada didiriku,
maka kuyakin, tak ada satupun manusia yang sudi mendekatiku.
karena begitu hinanya aku..
Tapi Engkau sebaik baik Penjaga, Rabb.
bahkan sekian banyaknya minus yang melekat pada diriku.
**
demiMu, demi dienMu, Rabbku.
#awal Ramadhan 1432#
Sunday, June 26, 2011
Kita, Prasangka, dan Mereka
Thursday, May 26, 2011
Sesak Nafas
Terkadang, menjadi orang yang tak tahu justru menjadi satu pilihan yang mesti diambil.
Tapi sayangnya, nampaknya tak ada pilihan untuk itu.
Kecuali, kalau kau benar-benar menutup rapat kedua telingamu, saat mereka akan bicara padamu.
Ah ya, kecuali, kalau kau dengan tega meninggalkannya, saat merekahendak mendatangimu dengan raut muka yang -akan- basah.
Karena pada dasarnya,
tahu atau tidak tahu.
itu juga bagian takdirmu.
Karena pada hakikatnya,
Allah.
Yang Maha tahu, kapan waktu yang tepat untuk membuatmu tahu.
Walaupun, pun dengan tahumu.
Menyebabkanmu sesak nafas,
seperti anak kecil,
yang terjebak di dalam lemari saat main petak umpet.
Sesak Nafas,
semoga,
segera ku temukan oksigen terbaik untuk sembuhkan Sesakku ini.
Rabbanaa Laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitana wa hablana min ladunka rahmah. Innaka antal wahhaab..
Allahummaa Aarinaanl Haqqa haqqa war zuqnat tiba'a wa aarinal baathilaa baathilaa warzuqnaj tinaabah..
Ya Allah, tunjukkan yang benar itu benar, yang salah-salah itu salah..
dan jadikan hati-hati ini terpancar cahayaMu,
hingga kami tak ragu lagi untuk meminta fatwa pada hati-hati ini..
dan bila Kau takdirkan bagiku, sesak nafas-sesak nafas lagi...
berikan pula tempat terbaik bagi kami, tuk temukan oksigen-oksigen terbaik dariMu, Rabb..
Jumadil Akhir 1432
25 Mei 2011
Tuesday, May 24, 2011
Pesan Singkat Sang Mujahidah - (Almh. Ustz. Yoyoh Yusroh)
sms dr Ustadzah Yoyoh Yusroh..
2 hari sbelum wafat :
"Ya Robb, aq sedang memikirkan posisiku kelak d akhirat,mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita Khodijah Al-Kubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya?atau dengan Hafshah binti Abu Bakar yang dibela oleh ALLAH saat akan diceraikan karena showwamah dan qowwamahnya? atau dengan 'Aisyah yang telah hafal 3500an hadits, sedang aku....ehm 500 juga belum... atau dengan Ummu Sulaim yg shobiroh atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dr jihad... atau dengan siapa ya, ya ALLAH, tolong beri kekuatan tuk mengejar amaliah mereka... sehingga aku layak bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di taman firdausMU"
Subhanallah.. ah ya, kematian terindah... ^^
Insyaa Allah, semoga kita semua husnul khatimah. aamiin..
#ngopas dari notes temen,
: sebuah sms forward-an, dari seorang pejuang Allah di Bumi Depok.
Clock
Labels
- amazing (3)
- aneh (6)
- baginda (1)
- berjuang (1)
- bimbang (6)
- biografi (1)
- bisikanjiwa (6)
- buku (7)
- bunda (3)
- cas (1)
- catatanskripsi (3)
- cerita (32)
- convers (4)
- copas (15)
- dakwah (5)
- dijalan (2)
- duainsanmulia (1)
- dunialainku (4)
- dzikrulmaut (2)
- famz (1)
- favorit (6)
- hikmah (6)
- imaji (1)
- isengaja (3)
- kalamerz (6)
- kangennulis (1)
- kisah (5)
- korelmelko (2)
- kutipan (6)
- lihatlahsemesta (2)
- lirik (5)
- makanan (1)
- memori (5)
- mengajar (1)
- milad (2)
- mimpi (1)
- ngajar (6)
- nguli-ah (1)
- nguliah (5)
- nuraniku (3)
- obrolan (1)
- pelajaranmoral (2)
- pendidikan (4)
- poem (6)
- poems (1)
- quotes (2)
- quran (5)
- ramadhaan (9)
- referensi (1)
- refleksi (30)
- rekomitmen (7)
- renungan (35)
- sajak (2)
- sekedartau (2)
- sepintas (67)
- sists (16)
- sky (1)
- sohibukhuwwah (18)
- sokanalogi (3)
- solilokui (12)
- spirit (21)
- tarbawi (2)
- tentangcinta (7)
- tentangnya (4)
- totalitas (4)
- ukhuwwah (2)
- ungkapanhati (31)
- yangjadikenangan (5)
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "