Showing posts with label sohibukhuwwah. Show all posts
Showing posts with label sohibukhuwwah. Show all posts

Saturday, April 21, 2012

Lecutan

Setelah sekian lama tak merasakan "lecutan", sepertinya.



Ditaqdirkan untuk "membina" manusia-manusia pilihan Allah,
yang jauh lebih supeeeeer dari saya.

bagaimana tidak menjadi sebuah lecutan?
sekian HQ yang mereka miliki,
sementara saya ?


aha. kalau nyerah namanya bukan 'Izzah!

bagi saya,
justru itu sebagai lecutan buat saya.


yayaa,
bagaimanapun, belum ada kaki diantara kita yang menginjak surga, 'kan?
So, tetap balapan lah yaa kita..



**
Allah, terima kasih.
Kau beri lagi ladang amanah baru yang luarrrr biasa!
mengajak, memicu, memacu,
dan melecut!


*lecutan manis, (mulai) sore ini.
dan sore-sore mendatang.

*Maasyaa Allah*


Monday, February 20, 2012

Wa Allafa Baina Quluubihim

Bismillaah.

Hari ini, saya semakin sadar. Persaudaraan karena Allah itu selamanya, Insyaa Allah.
Maka, jagalah ia. Tetaplah bersama...

Hari ini, saya semakin yakin. Pertemuan karena Allah itu akan selalu lahir perasaan cinta.
Cinta yang membantumu semakin mencintaiNya.

sesingkat apapun pertemuan pertama.
sekecil apapun momen yang menaqdirkanmu bertemu dengannya, dengan mereka.
membuatmu semakin meyakini : Bahwa Allah-lah yang mempersatukan hatimu.
hati yang mengiris pilu,
juga lidah yang tiba-tiba kelu...
ketika melihatnya, duhai yang baru ku kenal.
terkulai lemah diatas kasur,
di sudut ruangan putih-putih,
menahan perih sakit yang menjadi...
membuat saya tertampar keras dengan kekata lembut darinya,
: "ya, memang harus semangat. Teringat saudara2 di Palestina sana, bahkan mereka kuat ketika harus menjalani operasi tanpa obat bius. Menahan perih sakit yang luar biasa. Ya, memang harus tetap semangat"



**
Pun pada hari ini, saya juga semakin mengerti.
Perpisahan karena Allah, akan selalu membuatmu merasa rindu. Perasaan yang berbeda ketika tak harus bersama selalu.
Tapi bukankah, ini semua bagian dari rencana Allah?
Mungkin diantara kita memang harus saling memendam rindu lebih dulu,
Agar nanti ketika bertemu, kita bisa merasakan ruh-ruh baru ^^

**

Masih,
hari ini,
ternyata kejutanNya datang lagi.
semakin #meyakinkandiri.
Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus'ahaa..
tidak ada satupun hal yang terjadi di semesta ini, melainkan dengan campur tanganMu.

Maka, kuatkan diri yang lemah ini dengan kekuatanMu, Rabb.
Hadiahi diri ini, mereka, tangan-tangan yang mampu menggenggam tanganku, di Jalan CintaMu. 

**
Wa allafa baina quliibuhim, lau anfaqta maa fil ardhi jamii'aa
Maa allafta baina quluubihim 
Wa laakinnallaaha allafa bainahum
Innahuu 'aziizun hakiim..




-Al Anfal : 63-



Rabiul Awal 1433
190212

Friday, October 7, 2011

Make Me Strong

Betapa Allah telah menganugerahkan berbagai nikmat padamu,
nikmat cintaNya,
dari yang sangat-sangat kau syukuri, tak kau sadari, sampai yang (kau) kufuri,
dan untuk yang terakhir, semoga itu tak menjadi bagian dari dirimu.


Betapa Allah selalulah,
yang Maha tahu bagaimana caranya membuatmu dapat kembali tersenyum,
di tengah panas terik, di sela-sela lelah yang mengusik,
di saat kau merasa sendiri, dipenuhi harap-harap cemas,
di posisi jatuhmu yang penuh ketidakberdayaan,
di saat.. kapanpun di situasi apapun,
betapa kau,
masih punya Allah.

Maka, harap, takut, dan cinta,
memang hanya padaNya.

#

Make Me Strong, Allah.

#

Saat kau mampu menghela nafas, ditengah kesibukan yang "menuntut" ini itu. Disaat itu kau temui anak-anak didikmu memanggilmu dengan senyuman merekah darinya, dan berucap "Ibu..."

Make Me Strong..

#

Saat kau butuh asupan ruhiy yang selalu saja bisa mengumpulkan semangatmu lagi. Maka, duduk melingkar dalam satu lingkaran utuh, walau hanya 2-4 jam, menjadi waktu yang sangat-sangat kau rindukan.

Make Me Strong..

#

Saat kau hanya menjadi pendengar, mendengarkan seseorang membacakan surat cinta kita bersama, surat cintaNya, yang memang betul-betul memasuki qalbumu, maka mudah saja bagimu meneteskan mutiara-mutiara dari matamu. Menjadi satu kenikmatan sendiri, bagimu.

Make Me Strong..

#

Saat kau bisa kembali berkumpul dengan adik-adik lingkaran, mendengar cerita khas mereka, melepas tawa bersama, memilih kata demi kata, berbicara dengan bahasa hati. Mengkaji lebih dalam, menambah kecintaan pada Diin-mu, menyadari betul rahmat Illahmu meliputi segala sesuatu.

Make Me Strong..

#

Saat kau begitu merindukan saudara saudari seperjuangan, sementara waktu belum memperbolehkan kita bertemu. Maka, mendapati ponselmu, chat, atau wall fb-mu dari mereka, mampulah mengukir seutas senyum berarti untukmu.

Make Me Strong..

#

Pulang ke rumah, dan hanya semalam-dua malam, sementara hari2 lain harus kau jalani tanpa mereka, Ummi Abi juga adik2mu.

Make me Strong..

##

Allah, ini hanya sebagian kecil caraMu, menguatkanku.
Terima Kasih kepada pelukis warna-warna cerah langit hatiku.

Subhanaka Allahumma Wa bihamdika..

#np : Make Me Strong - Sami' Yusuf

My Lord show me right from wrong
Give me light make me strong
I know the road is long
Make me strong
Sometimes it just gets too much
I feel that I’ve lost touch
I know the road is long
Make me strong

sabtuPagi,
081011
Dzulqa'dah1432

@kamartersayang.

Thursday, September 8, 2011

titip salam, sayang, dan rindu

kalo udah cinta mah,
sebulan berasa setahun..
sehari berasa seminggu,
sedetik berasa..

hmm, saya gak akan berani nulis statement itu,
kalau saya belum pernah merasakannya,
hm? dan yakin itu cinta ? saya rasa memang itu.. ^^

#*#
yap, harihari kemarin memang betul-betul menjadi pengobat kerinduan saya,
setelah 1-2 bulan belakangan ini kekurang intens-an saya berjumpa dengan mereka,
yang ternyata, punya dampak sendiri buat diri saya pribadi.
Bagaimanapun, mereka adalah obat khusus buat saya.


sampai pada akhirnya, saya sadar,
kalau saya sayaaaaaaang banget sama mereka.


^_*

Allah,
titip salam buat semua saudarasaudariku seperjuangan,
buat kakak2, abang2, adik2,
especially, buat demasifnolapan yang lagi pada sibuk di tempat yang udah Allah titipin buat kalian.


Allah, kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya..
sampai nanti, sampai ke surga..


alizz
9Syawwal1432





Thursday, July 14, 2011

dari sebuah jiwa

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Bersimpuh aku, padaMu, duhai penggenggam setiap jiwa.


Jika memang,
Cinta adalah perekat hati.
Maka yang ku tahu,
Cinta itu karenaMu.

Jika memang,
Kau telah satukan hati-hati kami,
Maka yang ku tahu,
Ikatan itupun akan terputus,
Seiring dengan "terputus-putus"-nya cinta kami padaMu.

Duhai Penggenggam setiap jiwa,
Duhai Pemberi segala rasa,
Duhai Pewujud segala asa,
Duhai Pemerhati setiap manusia,
Duhai..
Engkau..
Yang memadukan simpul ikatan kami yang -terlanjur- bersatu.

Duhai Allah...

untuk segala salah,
sepenuhnya salahku.
tapi maafMu jauhhhhhh lebih luas dari bingkai kesalahanku.


**
: untuk kedua manusia teristimewa,
: untuk guru-guru
: untuk semua saudara-saudari

maafkan izzah yang tak mau banyak mengerti.
maafkan izzah yang selalu menuntut untuk dimengerti.

untukmu, warna warni-ku..



kutulis ini, bukan hanya dengan kata.
sungguh..

dari sebuah jiwa yang memohon maaf tulusmu. 



@ruang hati,

Purnama Sya'ban 13 - 1432 H
23: 04






Sunday, June 19, 2011

Kisaran

Satu hal yang menjadi alasan mengapa saya harus bersyukur adalah, bagaimana tidak bisanya saya untuk menyimpan dendam pada seseorang. Ada lagi sebenarnya, satu sisi kesyukuran saya adalah orang yang pelupa, haha. Maka saya cepat sekali dengan mudah melupakan kesalahan dan kekesalan saya pada orang-orang yang jelas-jelas bikin sakit hati.

 

lalu , ketika kau anggap saya marah ?

haha, maka kau salah, kawan..

lantas kau bilang, “mengapa kau sebegitu cueknya padaku?”

'ha, saya hanya ingin kau belajar, karena tak semua orang seperti saya'.

“maksudnya?”

‘ada seorang teman yang bisa begitu lama mengingat kesalahan orang lain, terlalu tak sopan bila aku katakana ia pendendam, bukan, bukan itu point-nya. hm, bisa jadi itu adalah memang karakternya. Dan kau tahu apa ? Ia bisa sekian lama memendam rasa kecewa, padamu. Dan pada akhirnya ketidak percayaannya padamu”

 

**

manusia, unik ya.
kalau gak unik, gak asikk donk.
saking uniknya,
setiap manusia juga butuh pendekatan dan cara yang berbeda untuk "mendekatinya".

dan kau, jangan sekali-kali langsung memberi penilaian langsung pada saya,
karena saya sangat tak suka itu.

dan kau,
lebih baik bicara jujur tak tahu,
daripada kau harus sok tau.

dan kau,
plisss ngerti, kalau mau dimengerti.

dan kau,
jangan memaksa saya untuk mendetail rapih untuk menceritakan kemelut rasa ini.
*halah..
jadi yaaaa,,
pun tentang tulisan ini,
suka-suka saya lah yaaa. haha..

**

dan hari ini adalah Senin.
tapi saya lupa, lupa kalo senin. stupid yah!

Alhamdulillaah kuliah semester ini berakhir.
tinggal UAS di jam 10 nanti, dan jam10 esok.

na, pagi2 gini,
iseng-iseng saya mau -nyari inspirasi- *lhoh?
awalnya gada niat apa2, lagi gamau nulis juga,
eh, karena abis baca sesuatu,
maka jadilah tulisan ini juga.

dan..
-mau ngutip tulisan seorang sodara juga yah-

"Terkagum saat memperhatikan,
bagaimana nasib manusia dipertautkan,
sungguh sebuah ketidakmungkinan,
ketika ada yang mengatakan,
bahwa hidup hanyalah serangkaian kebetulan,
tidak,
hidup adalah sebuah Maha Karya Tuhan,
Jalinan keindahan yang begitu teratur,
dengan presisi yang Maha Sempurna"

(BGM)


Subhanaka Allahumma wa bihamdika..

np : depapepe-this way.

@kamar inspirasi, 

Rajab 1432 - Juni 2011

07.17.

pamit UAS dulu, yooo .



Sunday, May 29, 2011

Kau sakit, Nona ?

Maafkan ku,
karena ketidaklihaianku rangkaikan kata,
atau karena ketidaksesuaian nada,
hingga kau menangkapnya dengan persepsi berbeda.

Maafkanku, Nona.
Bila memang hal itu membuatmu tak suka.


Kau sakit, Nona?

....
kalau saja kau tahu,
aku adalah orang yang lebih dulu menelan pahit,
jauh-jauh hari sebelum (mungkin) kau rasakan sakit,
karenaku.

Kau sakit, Nona?
kuharap, lebih baik kau sakit hari ini.
daripada kau harus -memahitkan- masa depanmu, nanti.


untuk semua yang tersampaikan,
aku hanya tidak ingin menundanya lagi,
aku hanya tidak ingin lagi,
tidak ingin sesak nafas-sesak nafas lagi.

***
***
***
atas cinta aku bicara,
atas cinta pula,
ku harap kau bisa terima.


atas dasar cinta,
dan kepantasan cinta itu bermuara.




..Sesungguhnya Engkau Tahu bahwa hati ini telah berpadu
Berhimpun dalam Naungan CintaMu
Bertemu dalam Ketaatan
Bersatu dalam Kebenaran
Menegakkan Syariat dalam Kehidupan..

Thursday, May 12, 2011

amanah-dakwah-ukhuwwah

"Berlelah-lelahlah, karena manisnya hidup hanya akan terasa setelah lelah berjuang"

Bersiap-siagalah, untuk segala bentuk amanah,
yang akan 'mampir' dipundak kita.
Maka, persiapkanlah,
ruhiyah terbaik untuk menyambutnya.

Mintakanlah padaNya,
segala kebaikan,
kemudahan,
kelancaran,
keridhaan,
keberkahan,
bukan sekedar meminta untuk dirimu pribadi,
tapi juga untuk para sodarasodari.


******************************************************************************
09 Jumadil Akhir 1432 - 12 Mei 2011

aku, dengan kerinduan yang terobati.
Lunas !

Ukhuwah itu

sepenuhnya tentang cinta

ia memberi

bukan menagih

ia adalah cerita

bermula ketika cinta ada

tak pernah berujung

karena ia menepi di pinggir-pinggir sungai syurga

ukhuwah itu

seutuhnya tentang rindu

yang membuat selalu tak sabar untuk bertemu

membuat terasa rugi jika tak berbagi

ia adalah tentang hati yang terikat

tentang doa-doa yang rumit kait mengkait

ia adalah tulus yang menjelma

ketika yang dicinta lebih berharga dari asa di jiwa

ia rumit, namun nyata dalam ungkapan sederhana

ia rumit karena ia adalah iman yang merupa makna

(kang abik)

Wednesday, May 4, 2011

Sketsa Langit hari ini

08.30
yang harusnya telat nyampe kelas,
tapi bersyukur karena di perjalananke kampus tadi tiba2 dapet sms jarkoman kalau dosen mendadak gak bisa hadir pagi ini,
Alhamdulillaah lah yaa..
grasak grusuk pagi ini, gara2 saya tidur kepagian, bangun kesiangan, argh!
terlalusetia dengan tugas2

Sayapun memilih jalan pelan2, karena dosen gak ada, sayapun berbelok arah menuju kost-an teman, menyelesaikan tugaskelompok yang juga belum sepenuhnya selesai.

di tengah slow walking saya, hehe.
menengadah-lah saya.
sedikit menghibur diri, bersih.

bersihhhhh sekali langit dhuha ini,
biru...tanpa awan, tanpa terik mataharidhuha, tanpa mendung, tanpa gemintang! (yaiyaalahh, haha)

yang jelas, dengan -hanya- menengadah, saya lagi-lagi merasa tenang.
dengan -hanya- biruNya, saya lagi-lagi merasa.. Allah, Kau Maha Besar, aku si(apa) ?

******************
13.30

Lagi-lagi saya tidak masuk kelas.
emang gada kuliah kok..
Alhamdulillaah, saya bersama seorang sodari  mondar-mandir keliling kampus.
memastikan betul tempat buat acara pertengahan Mei nanti.
Fiuhhh.. meskipun belum mendapatkan hasil (pasti)nya.
setidaknya, ini ikhtiar kami. di tengah keputusasaan.

lagi-lagi..
ahh, aku merindukanmu, langit.
dan saya pun menengadah,
Allah, kali ini..
ia tak hanya biru bersih.
tapi ada gradasi disana.
aku, seperti sedang dipayungi oleh beragam bentuk kumulus juga stratus.
Allah, meski peluh aku, karena matahariMu.
tapi sungguh, tak ingin sedikitpun aku mengeluh,
karena aku begitu tahu, kalau Kau bersamaku.
menemani kami , di jalan ini


***********
17.30

Pulang kuliah, nebeng bareng seorang adik, hehe.  Sengaja minta diturunin di jembatan Klender, udah lama gak ngeliat2 (langit) daerah situ.

dan,
Masyaa Allah...
Maha Indah Engkau, Rabb..
gradasinya,,, biru-jingga-putihnya..
berpadu-menyatu-pass sekali.
lihat kanan-lihat kiri-bersama angin---

--menunggu angkot--


############################################################

hmm,, sketsa langit hari ini,
itu langitNya,
biruNya,
Kumulus-StratusNya,
Putih-JinggaNya,
segala keindahanNya.

**
dan ini ,
ini sketsa langit hatiku,

sms ini tiba2 masuk, pas saya masih harus menghadiri satu janji di kampus tadi,

a : "Kak izz, mau curhat donkk,, kk bisa ga ?"
k : "yaa dek, oh boleh2, tapi gabisa sekarang sepertinya, aku masih ada agenda ke ..., mendesak gak ?"
a : "yaah,, kk bisanya jam berapa deh ?"
k : "wah, aku sampe sore sepertinya.. hm, besok aja, gimana ?"
a : "yaudah deh kak, gapapa, besok yaa kaa "
k : "oke, insyaa Allah^^"


atau ini , yang tiba2 masuk pas saya baru melakukan separuh perjalanan pulang tadi.

s : "Zah... mau nangis .." , sembari sms lanjutan yang berisi perasaannya.
saya lupa tadi bales apa,
yang jelas, terakhir saya bilang ,
a : "oke, nanti malem ku telp ya, insyaa Allah, ini masih otw neng. Tarbiyah Allah hari ini, sabar yaa.. "


ah, aku bersyukur, ketika aku bisa menjadi -tempatsampah- mereka.
ah, tapi aku menyesal, saat aku tak tau harus dengan apa aku tunjukkan kepekaan itu.

ah, sodari,
terimakasih.
telah mempercayaiku, menjadikanku tempat kau berbagi beban ini.
maaf, kalau belum mampu menjadi yang kau harap, yang selalu ada setiap kau butuh teman berbagi.


ohya, jadi inget, saya belum nelp sodari saya yang itu. sembari ke-ingetan,
hey, bintang di luar apa kabarnyaa yaa ?




Wednesday, April 27, 2011

mungkin seperti,

ibaratnya magnet, 
mungkin karena kutub yang kita miliki itu "sama".
: hingga kita tak pernah bisa sedemikian eratnya,
bahkan yang ada, kita (seringkali) bertolakan.


atau mungkin,
kita ini seperti benang,
benang jahit yang (terlanjur) carut marut,
hingga aku sendiri tak tahu lagi dimana letak ujung-ujungnya,
hingga aku tak tahu lagi bagaimana cara mengulurkannya,
bagaimana caranya benang itu bisa menjelma kembali menjadi sehelai benang panjang nan menawan..



Tuesday, April 5, 2011

Entah jarak, atau sekat.

akhir2 ini, aku dihadapkan dengan tatap para saudari yang, bagiku, penuh kebekuan.

Aku tak tau mengapa, mungkin ini adalah sugesti dari keinginanku sendiri yang ingin –lenyap- sejenak saja, dari mereka.


akhir2 ini juga, rasa-rasanya memang aku lebih banyak -sendiri-.

ah, meski aku masih saja disana, tak kemana-mana.

entah mengapa, aku seperti masih berada dalam keadaan sendiriku.

 

dan akhir2 ini, ternyata tak hanya satu-dua dari mereka, para saudari sewarnaku, memperhatikanku, hooho..

lebih tepatnya: mengeja deretkata ala ku.

ah, semakin aneh saja bincangku malam ini..

 

ha, nyatanya persepsi itu penting ya.

bagaimana menurut kita, belum tentu menurut orang lain begitu.

persis, seperti mereka yang melontarkan tanya padaku,

: “cemburu sama siapa, Zah ?”

atau yang sekedar komentar, “agak sedikit gimanaaa gitu, cinta-cinta..”

 

ha, kurang lebih begitulah, aku tak hafal betul redaksinya.

lantas.

aku hanya menjawab dengan senyuman sembari menjawab tanya sekedarnya ; “oh.. yang itu.. ^^”

 

maaf, kalau ada yang merasa terganggu dengan aksiku.

ah ya, aku menyebutnya aksi.

Memang itu aksi favoritku. ^^

 

maaf, kalau ada yang merasa risih dengan keisenganku.

meski sungguh, itu bukan hal yang hanya iseng-iseng aja.

hanya ingin mengkatarsiskan diri.

 

mungkin, seperti Gestalt,

: Bukankah keseluruhan lebih bermakna daripada bagian-bagian ?

 

jadi menurutku,

dengan keseluruhan sepertinya akan lebih bijak memaknai atau (lebih baik) tak usah sama sekali.

sekali lagi, maaf kalau ada yang merasa terusik.

 

Jazakillaah atas berbagai sangka baiknya.

semoga Allah selalu menjaga kita.

 

#dan untuk mereka.

entah jarak, atau sekat ?

ah, betapa sungguh.

aku rindu.

tapi lidahku begitu kelu.

mengucap miss u..

 

Allah, sampaikan..sampaikan, untuk mereka.

kepada : pewarna hari-hariku..


ruanghati, April 4th 2011. 23:56

Thursday, March 24, 2011

Cemburu

setiap kali,
bukan untuk yang pertama kali.


ah rasa itu.

tapi aku tak pernah mampu katakan itu padamu.
karena aku tahu, kau akan marah padaku, nantinya.

ah, kau.
tak ada alasan lagi untuk nyatakan bahwa aku tidak cemburu padamu.

setiap kali,
bukan untuk yang pertama kali.


tapi kau tetap saja dengan ke-rendah-hati-an-mu,
sampai2, aku tak berani mengangkatmu.

ah, lebih baik aku begini.
menjejakmu dalam diamku.
dan kau pasti suka dengan caraku itu.
sembari non verbalmu yang seakan berkata,
: kagum pada orang jangan berlebihan. Terus saja mengagumi Rabb kita. ^^

Lalu, benar juga apa kekata Abang AM; "Sebab, nilai seseorang tidak ditentukan di awal hidupnya, tidak juga di pertengahan hidupnya, tetapi justru di akhir hidupnya. Itulah makna istiqamah yang konsistensi. Dan kekuatan yang tetap membuat kita konsisten pada kesabaran."

yop, karena kita belum pernah tau bagaimana akhir kita nantinya. Maka, memaksimalkan diri tetap pada koridorNya hingga desah nafas terakhir kita. ^^

#Rabiul Akhir 1432 - Maret 2011.

Ah ya, hari ini, aku juga semakin belajar, kalau : Orang-orang yang terjaga adalah orang-orang yang pandai menjaga. :)

Monday, November 15, 2010

* sebentuk cinta

Bismillahirrahmaanirrahiim..

 

“... maka Allah mempersatukan hatimu lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang2 yang bersaudara”

(QS. ‘Ali ‘Imran : 103) 

 

Jika memang ada kekata yang lebih pantas kuucap dibanding “kesyukuranku penuh, padaNya”, maka katakan padaku , kekata apa ?

Jika memang ada rasa yang lebih pantas mewakili dibanding “bahagia”, maka katakan padaku, rasa apa ?

Jika ada momen (paling) indah yang dapat lebih aku dapatkan dibanding momen kebersamaan denganmu, maka katakan padaku momen apa ?

 

Shalihah..

Kau tahu tidak.. ?

Kalau kau adalah sebentuk cinta yang Ia titipkan padaku

kau..

Sosok teladan yang sehari-harinya amat dekat denganku

Pribadi shalihah yang selalu membuatku begitu iri padamu

Pada bijaksana yang selalu terukir dari ucap-mu

Pada kelembutan yang selalu menghiasi tiap laku-mu

Pada tebaran senyum yang kian hari kian merekah

Pada kesabaran yang begitu tampak pada air mukamu, aku  menjadi semakin tahu,

bahwa begitu pula isi hatimu…

Pada kesibukan hari-harimu yang penuh dengan agenda dakwah

Pada ketangguhanmu menjalani hari2 dengan cerah meski sebenarnya kau begitu sesak dengan masalah, tapi kau begitu tahu.. kalau itu adalah tarbiyah Nya..

 

Bahkan..

aku juga begitu iri..

Pada kerisauanmu kala sedikit saja kau lalai..

Pada cemburumu yang begitu besar untuk senantiasa ber fastabiqul khairat

 

Shalihah..

Kita memang sedang sama-sama berlari..

Meski kau telah sedemikian jauhnya,,

Dan aku masih sekian kali terjatuh disini..

Maka, kumohon..

Bimbing aku, selalu …

Untuk menujuNya..

Jangan pernah kau tinggalkanku sendiri,

Meski aku yakin.. kalau Ia selalu membersamaiku..

Tapi aku ini anak manusia..

Memiliki yaziid dan yanqus, tentu…

Meski harapku, selalu.

Agar yanqus itu tak lama-lama hinggap padaku-padamu-pada kita, shalihah…

 

01.23 dini hari. November 13th 2010

Forum Akhwat Tarbawi..

Disaat sodari2 sudah terlelap manisnya..

Ohya, izinkan saya mengutip nasehat Sang Murabbi…

 

Berikut…


Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.

 

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.

 

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

 

(Allahyarham Ust. Rahmat Abdullah)

 

 

* special thx buat Faizah S. Q yang udah ngebacain goresan hati saya di hadapan parasaudari :)

Friday, July 30, 2010

Hopefull///

Sekering itukah?
Luka..

Sehambar itukah ?
Rasa..

Sebeku itukah?
Jiwa..

Sekeras itukah?
Hati..

Duhai Allah...
Meskipun begitu ia..

Malam ini.. Dan malam malam panjang setelah ini...
Izinkan aku mengatakan padanya,
kalau
:: aku tetap disini, mencintaimu..
Entah kenapa...


Monday, May 3, 2010

pernah ada masa-masa (S.A.F)

Pernah Ada Masa-Masa

(Salim A Fillah) 

pernah ada masa-masa dalam cinta kita
kita lekat bagai api dan kayu
bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
hingga terla
mbat untuk menginsyafi bahwa
tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu

pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini
kita terlalu akrab bagai awan dan hujan
merasa menghias langit, menyuburkan bumi,
dan melukis pelangi
namun tak sadar, hakikatnya kita saling meniadai

di satu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari
mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman
bahkan saling nasehatpun tak lain bagai dua lilin
saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api

kubaca cendikiawan dinasti ming, feng meng long
menuliskan sebaitnya dalam ‘yushi mingyan’;
“bungapun layu jika berlebih diberi rawatan
willow tumbuh subur meski diabaikan”

maka kitapun menjaga jarak dan mengikuti nasihat ‘ali
“berkunjunglah hanya sekali-sekali, dengan itu cinta bersemi”

 padahal saat itu, kau sedang dalam kesulitan
seperti katamu, kau sedang perlu bimbingan
maka seolah aku telah membiarkan
orang bisu yang merasakan kepahitan
menderita sendiri, getir dalam sunyi
-ataukah memang sejak dulu begitulah aku?-

dan sekarang aku merasa bersalah lagi
seolah hadirku kini cuma untuk menegur
hanya mengajukan keberatan, bahkan menyalahkan
bukan lagi penguatan, bukan lagi uluran tangan
-kurasa uluran tanganku yang dulupun membuat kita
hanya berputar-putar di kubangan yang kau gali itu-

**

 

setidaknya,, puisi di atas yang tengah menggambarkan suasana hatiku saat ini..

Maaf,, aku sedang tak mampu lagi berkata..

Karena kini aku tengah berkaca ,,,

”Selalukah seperti ini ? Seperti rontokknya dedaunan satu persatu ?”

 

*Sepenuhnya salahku,, yang membiarkannya begitu saja..meski (sungguh) aku tak rela..

 

 

Tuesday, March 23, 2010

Mengangeni. semuanya...

Kangen kumpul bareng sodara-sodari Kalamerz...

  Kangen kumpul bareng sa-udara seFIP, Kampus Hijau UNJ

   Kangennnnn bintangggg...

    Kangen semuaaaaaaaaaaaaaaaaaanya.

 

Kangen pantai.

 Kangen ombak.

  kangen pasir..

   kangen naek perahu.. ;p

    kangen jeprat-jepret bareng2..

     kangen nge-guyon bareng..

      kangen semilir anginpantaiiii....

       hushhhhhhhhhhhh..... (gak gitu juga sih bunyinya..)

 

       kangen nge-bolang.

      kangen gunung.

     kangen dingin.

    kangen curug.

   kangen ‘diomelin’

  kangen petuah2 dari para tetua (hhe, peace kakak2... J)

 kangen ‘capek’-nya.....

 

 kangen ( pengalaman pertama itu,  _________________ )

  langit malam.

   begadang. jama’ah(an).

    bintang-bintang.

     teleskop. terus....

      neropong.

       kangen ...

        pengen lagi....

         takjub atas ke-Maha Karya-Nya; saturnus, orion, lupus, scorpius, centaurus, crux, vega (gak sempet ngeliat, keburu ketutup awan lagi langitnya, huhu..), and my fav... alpha centauri-terang banget, asli.
Dan masih banyak lagi (sebenarnya) yang belum mampu ku identifikasi.

kangen...
kapan lagiiiii yah......................??????
kapan lagi yah momen itu tercipta untukku (lagiiiiii........)

 
merinduinya, sungguh.
dan terakhir, kangen untuk ‘mengemasnya’ lagi.

Mengapa, ah, spirit itu rasanya sedang tak ada. atau tak mau... ?

Tuesday, February 23, 2010

energi baru itu, salah satunya (mungkin) kamu

Subhanallah wal hamdulillah...

Sepulang dari kampus tadi, sengaja (sekaligus memang rindu), untuk ‘menengok’ SMA. -Jarak kampus-SMA emang gak terlalu jauh sih..- Biasanya jumat memang ada kuliah sampe sore, tapi kebetulan tadi dosennya berhalangan untuk hadir. Jadi akan aku manfaatkan waktu yang ada untuk silaturrahim ke SMA. Yap. SMA. dua-dua.

**
Kangennn euy.. setelah lumayan lama gak menyempatkan diri untuk ke sana. Entah kangen sama apanya. Yang jelas aku kangen dengan suasana sekolah-an. Kangen sama adik2 ‘lugu’ dan manis2 itu. Kangen sama Masjid Al Fikri yang punya banyak sejarah, unforgetable moment, unforgetable placement, unforgetable persons. Dan sebenarnya, yang paling aku kangen-in emang suasana mentoring-nya. Kangen menobatkan diri menjadi “Kakak mentor”. hmmmm...

Ckckckk... terkait mentoring, emang banyak banget yang harus aku instropeksiin sendiri, bukan atas nama lembaga atau apa, tapi instropeksi atas nama aku, atas nama diri, atas nama pribadi, atas nama HAMBA, yang udah lalaaaaaaaaaaiiii banget. Astaghfirullah...
Parah. Parah... ckckckck...

Satu kelompok yang aku pegang di SMA jadi menghilang gitu ajah. Kadang aku bingung, salah siapa yaaa...? Sampe susaaaaaaaaaaaaaahhhh banget ngajak-in ade2 yang baru buat ngelanjutin mentoring. Setelah bercermin, sebenarnya itu semua juga ngaruh ya sama kondisi aku-nya, khususnya ruhiy dan menej waktu. Betul tidak ?
Oh ya, ternyata gak cuman adik2 di SMA aja yang pada ‘ngilang’, tapi adik2 kelas di kampus juga pada kemana ya ????? Innaalillaah...
*permudah, ya Allah...
Aku akan segera berbenah, memperbaiki semuanya, meski tak langsung sekaligus, tapi setidaknya akan ku segera perbaiki, men-charge ruhiy kembali, mem-full-kannya, me-menej waktu, waktu yang dirasa semakin kurang dari yang harusnya dilakukan, padahal setiap orang juga sama2 24 jam. – Hariitsun ‘ala waqtih ---
Ya. 3B - 3 kata pamungkasku - Bismillah. Bi idznillah. Bisa.
**
Satu energi baru yang aku dapatkan. Sepulang dari SMA (dua-dua) tadi.

Setelah bertemu dengan adik2 manis tadi, seperti ada rindu yang terobati. Aku diminta untuk ngisi ‘mentoring singkat’, karena kebetulan tadi di sekolah sedang ada acara rohis, yang alhamdulillah bisa membentuk beberapa kelompok mentoring baru. Jadilah aku kembali berkenalan dengan adik2 yang baru, mentoringpun berjalan, meski singkat, hanya perkenalan, ditemani dengan senampan nasi goreng spesial untuk satu kelompok sebagai menu untuk acara hari itu. Subhanallah, tak ku sangka, adik2 yang baru aku kenal itu benar2 sangat antusias, diskusi kami-pun mengalir, membuat kami semakin akrab.. Hingga waktu yang disediakan panitia sudah habis, tapi tetap saja kami masih larut dalam obrolan. Bukan obrolan yang tanpa makna, insya Allah.

Senang sekali aku hari ini, duduk kembali dalam lingkaran baru. Semoga duduk2 kami siang tadi menjadi langkah awal untuk kedepannya, dan semoga bisa ter-follow up-i dengan baik. Aamiin.

**

Dan..
aku rindu zaman itu....
ketika pertama kali mengenal sahabat2 baru di sana..
duduk sama-sama dalam satu lingkaran kecil.
membahas semuanya; diri, keluarga, agama, sekolah, rohis, juga menjadi wadah kita berbagi rasa.
mengerjakan tugas sama-sama.
saling mengajarkan sekaligus masing2 kita saling belajar.
belajar untuk mengenal, belajar untuk mengerti, belajar untuk memahami, belajar untuk mencintai...
belajar untuk mendengar, belajar untuk berbicara, belajar untuk bekerja sama.
kami ada dalam satu atap yang sama.
kami ada di atas pijakan yang sama.
dan mulailah saat itu kami melangkah, dengan langkah pertama kami.
dan selanjutnya,
kami ber-dinamika.
di perjalanan, kami sama-sama berlari, saling mengejar.
bukan berarti kami tak pernah menengok atau meninggalkan. bukan berarti kami hanya mementingkan masing-masing kami. Tidak.
sesekali ada diantara kami yang terjatuh, dan kami saling membantu, mengajak untuk bisa bangkit kembali.


Romantika itu memang begitu indah.
Menjadi satu kenangan manis di setiap memori kita. Persaudaraan kita tak akan pernah berakhir, sampai kapanpun.
Bukankah kita masih ada dalam satu atap yang sama?
Bukankah kita masih di atas pijakan yang sama?
Bukankah hati-hati kita memang (akan) selamanya menyatu, selama masih karena-Nya ?
Dan berharap, persaudaraan kita akan menemani hingga akhir perjalanan kita nanti, membawanya pada keabadian, hingga kelak kita bisa sama2 berkumpul ‘disana’ meski hanya diatas sebidang tanah yang Ia sediakan untuk kita....
(special for all kalamerz)

* Maka, jangan pernah mengecewakanNya. Karena harga tanah ‘disana’ gak semurah itu............


Feb 19th..

Thursday, February 11, 2010

ketika Rabithah terjawab...

postingan yang tertunda **

Hoahmmm....
ada satu kisah spesial (for me..) yang ingin sekali rasanya ‘diabadikan’ dalam sebuah tulisan. Walau udah lumayan lama, sekitar satu ato dua pekan yang lalu, padahal waktu itu maunya langsung cerita ‘disini’ tapi karena beragam peraktivitas yang menyibukkan dan cukup melelahkan (huhh.. gaya bgd yak...), jadi baru sempat menorehkannya sekarang... ;p

* mencoba me-reflection kembali ‘rasa’ yang ada saat itu..

hari itu, duapuluhsembilanjanuaridua
ribusepuluh...

sore yang menjadi saksi bagi kami. setelah sekian lama wajah kami tak bertatap, sekian lama tangan kami tak berjabat, sekian lama kami tak saling tanya kabar, sekian lama, bahkan bagiku itu waktu yang cukup lama, dan semua waktu itu hanya menjadi sebatas pengharapan untuk sebuah perjumpaan, sebuah pengharapan yang diiringi doa, yang sangat aku yakini dapat kembali mengikat hati2 kami. Pengharapan yang hanya padaNya, Dzat yang membolak-balikkan hati2 kami.

Yaa... sore itu menjadi awal bagi kami untuk kembali ‘menambal’ bagian yang sobek pada rajutan kain kami. Sore yang menjadi saksi kalau tak akan pernah putusnya tali kami, kawan..... ^_^
*******

kawan, andai saja kau tahu, perasaan yang aku rasakan saat itu, saat ingin menuju tempat pertemuan kita, saat menanti kehadiranmu (kalian), saat menjelang detik2 pertemuan kita, saat merasa rabithah akan segera terjawab, saat kerinduan itu sebentar lagi akan bermuara.
Andai saja kau tahu, kawan. Apa yang aku rasa saat itu, saat aku merasa tak mampu lagi berkata-kata, sungguh, aku seperti orang yang belum pernah mengenalmu (kalian). Aku merasa asing, aku merasa... ah, tak biasa.

Dan saat itu. Andai saja kau tahu, kawan. Saat kau telah duduk disampingku, saat aku menjabat tangan halusmu, saat aku menatap matamu, saat aku melihat goresan senyum tulus dan rona bahagia dirimu, saat aku mendengar cerita2mu. Saat itu...... saat itu... aku benar2 bahagia, kawan.

Meski sejujurnya, aku bingung aku harus bersikap bagaimana denganmu, seperti yang tadi aku lontarkan, kalau aku tiba2 jadi merasa asing, aku-pun jadi salah tingkah. Mau memulai berbicara, tapi topik apa ????? ah,,, aku takut. Aku takut menyakiti hatimu, aku takut melunturkan senyum yang sudah sedari tadi ada di wajahmu, aku takut salah berucap, maka aku putuskan untuk tak banyak bicara, aku hanya akan menjadi pendengar, sesekali mungkin aku bicara, tapi bukan untuk mengangkat sebuah topik baru, karena aku-pun tak tahu lagi bagaimana caranya memulai. Ya. Aku tak tahu lagi bagaimana caranya memulai.
Kawan, sebenarnya banyak sekali yang ingin aku tanyakan segalanya perihal dirimu, tentang kondisimu, tentang keluargamu, dan mungkin juga tentang hidupmu. Tapi aku tak berani dan aku tak akan memaksa, kawan. Kalau memang mungkin kau menganggap itu sebagai privasimu dan merasa aku tak pantas tahu. Tak apa, kawan.

Tapi yang harus kau tahu, selamanya aku akan menjadi temanmu, sahabatmu, dan selamanya aku akan menjadi saudarimu, tak hanya disini.. tapi semoga kita juga dapat kembali bersama ‘disana’..
Kau juga harus tahu, kawan. Kalau aku sangat amat sayang dan cinta padamu. Aku tak rela sesuatu yang tak baik menimpamu, aku ingin segala yang terbaik untukmu, untuk kita.
Kawan, ‘rasa’ kita akan tetap sama, seperti hari2 pertama yang kita lalui saat Allah mempersatukan kita dalam cintaNya.

Terima kasih, kawan.
untuk warna yang telah kau berikan di hari itu...
dan aku berharap itu bukanlah akhir pertemuan kita.
semoga Ia akan memberikan episode2 baru yang lebih indah untuk kita jalani nanti.

Love u all so much...
^^
*****
“... maka Allah mempersatukan hatimu lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang2 yang bersaudara”
(QS. ‘Ali ‘Imran : 103)

Dan ikatan hati itu akan ada, P.A.S.T.I,,,,
Selama masih karenaNya...

05Februari’10
22.17