Thursday, September 29, 2011

menyemai kebaikan, walau hanya sekedar retweet, share, atau memberi link2 "oke" pada sahabat2mu. Moga bisa menjadi 'amal jariyah, untukmu, untuknya, untuk kita. :D

Wednesday, September 28, 2011

Andai Aku Besar Nanti

Sherina Munaf


Andai aku t'lah dewasa

Apa yang 'kan kukatakan
Untukmu idolaku tersayang
Ayah... Oh...

Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu

Oh... Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s'lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku

Andai aku t'lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s'lalu kucinta

Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu

Oh... Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s'lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku

Andai aku t'lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s'lalu kucinta



*ke sekian kali di playlist...
mendung euy.. T.T
 

Tuesday, September 27, 2011

kehilangan sosok yang selalu (mampu) membuatku memecah tawa. -_-"

Sunday, September 25, 2011

karena bagi saya, puisi itu, semakin abstrak semakin keren :D

seperti ?

seperti ?

seperti kau yang mengajakku susuri jalanan.
dalam satu ruang. dalam satu atap.
dua jendela.
tanpa kata. tanpa suara.
dengan rasa.

seperti ?
seperti diskusi-diskusi tak sengaja yang kau hadirkan.

seperti ?
seperti telinga dan pikiranku bercampur kekagumanku akan masa lalumu.

seperti ?
seperti aku yang "memanjangkan" kegemaranmu akan baca dan tulis.

seperti ?
seperti kau yang mengajariku bahwa tarbiyah akan mempengaruhi hidupmu.

seperti ?
seperti kau yang membawaku dalam dialektika tanpa henti.



seperti ?
seperti aku saat ini, yang tengah merindukan masa-masa itu.


*syawwal1432*

Thursday, September 22, 2011

a Random Story


terkadang, rencana atau perkiraan akan berbeda seratusdelapanpuluhderajat dengan kenyataan yang terjadi.
Bagaimanapun, segalanya memang sudah digariskan, percaya kan ? 
#harus.


seperti pagi tadi,
awalnya saya berniat untuk meminta izin tidak bisa hadir ke sekolah (tempat saya magang), karena kondisi tubuh saya yang mulai melemah. lagi lemes. gak enak badan. bahasa gampangnya sih gitu, hhe..
tak tahulah, saluran pencernaan saya yang sedang sensitif akhir2 ini.
tapi Alhamdulillaah, sugesti diri tadi pagi yang mengatakan :
"Saya kuat kok berangkat. Masa gitu aja lemes. Sehat. Gak boleh sakit".

dan ternyata, taraaaa.. hhe.. sampe jam segini, saya masih betah di sekolah, padahal ditinggal sama temen2 kosan yang udah pada pulang duluan. Alasan pertama, karena saya masih betah. Alasan kedua, saya bingung di kosan mau ngapain, mau ngenet signal gak bagus . Alasan yang bukan jadi alasan sebenarnya, mau ngelanjut ngerjain tugas.. hhaa ..


sepanjang hari ini, saya dapetin satu poin (lagi!),

sugesti posotif buat diri sendiri itu mesti kudu harus! karena selanjutnya yang
akan mempengaruhi kita banget. Bisa atau Tidak, itu tergantung pada pikiran kita. trust me !


fiuuhhh..
selesai juga satu tugas tuntutan yang, mestinya, harus diselesaikan sekitar awal Syawal lalu. hhe..
ternyata cuma sehari-dua malem. Meski begadang..

##
selanjutnya, ternyata waktu itu berjalan cepeeeeettt banget ya.
kayaknya baru kemarin saya "kenal ruangan ini", "dikenalin ama guru2 sini", "dapetin anak murid yang jumlahnya seratusduapuluh", "kenal sama murid yang bikin saya takjub karena tingkah polanya yang selalu bikin saya ketawa, entah saya lagi seneng atau justru sebenernya marah". hmm..

oh my,  udah September akhir, mau jalan ke Oktober, dan nanti November.
dan itu artinya ?

saya akan pergi dari sekolah ini. huhuu..
bukan itu masalah sebenernya..
masalahnya,,
apa yang akan saya bawa dari sini ?

*ngelirik tugas.

##
oke, saya tinggal punya waktu beberapa bulan lagi,
kejar tugas,
tapi yang penting,
bukan hanya sekedar dikejar,
tapi kerjakan dengan hati.
Ambil semua pengalaman yang bisa diambil.
rasakan dengan rasa, sampaikan dengan jiwa. 


kelak,
saya akan rindu dengan tingkah pola "unik" mereka,
yang bikin marah saya justru berubah jadi tawa,
yang bikin saya takjub dengan mimpi2 besar mereka.
yang bikin wajah saya kaget melongo, dengan terikan "Bu Izzaaaaahh..", dengan setengah berlari ke arah saya.
hoho.
*terharu.

kelak,
bahagia saya bisa menjadi -sedikit saja- bagian dari hidup mereka.
gapai cita-citamu, wahai calon pemimpin bangsa.


: spesial buat calon2 dokter, arsitek, seniman, guru, insinyur, pembalap, presiden, fotografer, dan apapun profesimu, nak. Sejatinya,  kau adalah tetap calon pemimpin bangsa ini.

#senja Jakarta,
22 Sept 2011.
17.05
@basecamp-ku di sekolah ^^




mindmap masa depannya anak2ku :)

bisu

Bismillaah..

seperti aku yang merindukan,
bicaramu, justru dalam diammu.
kau. seperti itu pula aku merindumu,
lewat susunan abjad,
entah untuk siapa,
yang aku tahu,
hanya kau dan Dia yang tahu.

seperti itu,
merindumu dalam kalimat-kalimat bisu,
yang, sekali lagi, entah untuk siapa,
yang aku tahu,
aku seperti tak pernah ragu.

seperti itu pula kamu,
mengajakku menyelami duniamu,
lantas kau pergi meninggalkanku.
membuat aku diam dan (hanya) termangu.

karena memang,
boleh aku ulangi sekali lagi ?
entah untuk siapa,
sungguh, aku tak tahu.


: buat kamu,
yang selalu membuat aku merindu,
lewat aksara yang kau deretkan,
tanpa ragu.
tanpa ku tahu.
hanya bisu.




16.10
@sudutruangbekalabsky



Wednesday, September 21, 2011

kebersamaan justru akan sangat "terasa" di saat-saat kesendirian. Syura' (musyawarah, diskusi) justru akan sangat dirindukan, saat pikiran hanya sebatas -kotakkorekapi- T.T

"Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat dan kondisi yang dapat menimbulkan fitnah/prasangka buruk, maka jangan menyesal jika orang-orang datang dengan berprasangka buruk kepadanya." (Umar bin Khattab)