Wednesday, January 6, 2010

sebuah pelajaran di sore itu...

Selasa, Limajanuariduaribu sepuluh..........

Alhamdulillah telah terlaksana..

Jazakumullah khairan katsiir untuk semua rekan2 yang telah membantu..

* Ternyata dunia anak itu menyenangkan yah ???

salut dah buat guru2 TeKa plus calon2 guru,, rekan2ku yang ada di PG PAUD..;;


main2 ama anak2 yang super duper banyak begitu ngilangin stress euy..

Monday, January 4, 2010

seperti itu-kah kau zah ?

sebegitu seringnya-kah kau Zah..?

untuk selalu menginginkan orang lain mengerti asamu..

tanpa kau pedulikan harapan mereka akan hadirmu..

 

sebegitu seringnya-kah kau Zah..?

membuatnya tetap terdiam..

karena sebenarnya takut akan katamu yang lebih mengancam, mengancam hatinya..kalau-kalau malah akan lebih tersakiti karena ucapmu..

 

sebegitu seringnya-kah kau Zah..

terus menerus menjadi gadis yang selalu ingin dituruti, dilayani, dimengerti...

tanpa kau hiraukan lagi apa-apa yang justru menjadi tugasmu !!! bukan hanya menuntut hakmu..

 

sebegitu seringnya-kah kau Zah..?

menyakiti..menyakiti..menyakiti..

meski ia tak pernah mengatakan bahwa ia telah tersakiti olehmu..

tapi toh kamu bisa membacanya kan, Zah..?

membaca dari guratan wajah yang begitu tulus menyayangimu...

walau hatinya sebenarnya sudah berkali-kali sakit karenamu..

 

tak ingin-kah kau Zah..?

menjadi orang yang mampu mengukir goresan senyum mengembang di bibirnya..

dan goresan senyuman itu...karena ia bangga bahwa ia memilikimu..

tak ingin-kah kau Zah..?

 

 

 

mengalir begitu saja kata-kata ini..

 

(maafkan izzah yang seperti ini, umii..

doakan zah biar jadi anak shalihah,, biar bisa bahagia-in umi ‘n abi... lav yu... muahhhh J )

Sunday, January 3, 2010

pesan dari teman yang (pernah) teramat dekat

Sebuah pesan dari seorang teman dekat. (pernah) teramat dekat.

Sudah lama, sekitar dua tahun lalu, tapi masih tersimpan rapi dalam lipatan surat-suratku. Mungkin, ia juga menyimpan surat-surat dariku (berhara). Aku sedari dulu memang hobi mengungkapkan rasa lewat kata. Tak terkecuali pada sahabatku itu, padahal dulu setiap hari kami bertemu, hanya ada saat-saat dimana kami tak mampu mengungkapkannya langsung, sehingga kami berinisiatif lewat ‘tulisan-surat’. Diantara banyaknya lipatan-lipatan surat itu, ada satu surat yang aku begitu menyukainya... (Oh ya,, temanku tidak menuliskan referensi apapun, so, aku tak tahu itu benar2 gagasannya atau kutipan darimana.. J, maaf, bukan maksudku tak percaya padamu, teman..)

Dan kini, aku sedang amat sangat rindu padamu...

 

(ditulis tanpa hari, tanggal, tahun, apalagi jam...) tapi aku ingat, waktu itu tahun 2007.. J

 

Teman, kesedihan dan kebahagiaan selalu di hati. Berselang – seling mewarnai panjangnya hidup ini. Keduanya mengguratkan memori di hamparan pikiran dan hati kita. Namun, adakah kita bersikap seperti pengembara yang mampu menuliskan setiap kesedihan di pasir agar angin keikhlasan membawa pergi ? Adakah kita ini adalah sosok tegar yang mampu melepaskan setiap kesusahan bersama terbangnya angin ketulusan ?

 

Teman, cobalah untuk selalu mengingat setiap kebaikan dan kebahagiaan yang kita miliki. Simpanlah semua itu di dalam kekokohan hati kita agar tak ada yang mampu menghapusnya. Torehkan kenangan bahagia itu agar tak ada angin kesedihan yang mampu melenyapkannya. Insya Allah, dengan begitu kita akan selalu optimis dalam mengarungi panjangnya hidup ini.

 

Teman, cinta memberikan kekuatan. Bahkan cinta adalah kekuatan itu sendiri, kita-pun mampu merasakan itu. Asal kita mau menjalani semua garis-garis yang telah ditentukanNya.

 

Teman, biarkan singa-singa penuh semangat hadir dalam jiwa kita, rawatlah singa-singa itu dengan keluhuran budi dan kebersihan nurani. Susunlah bulu-bulu kedamaiannya, cermati terus rahang persahabatannya, perkuat punggung optimismenya, dan pertajam selalu kuku-kuku kesabaran miliknya.

 

Ketika engkau melontarkan sesuatu dalam kemarahan kata-katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang di hati orang lain. Kau seperti menusukkan pisau kepada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi, tidak peduli berapa kali kau akan meminta maaf , luka itu akan tetap ada. Dan luka karena kata-kata akan sama buruknya dengan luka fisik.

 

Kita sering mendendam. Tak mudah memberi maaf dan tak mudah melepaskan maaf. Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada dalam dada, kita tak pernah bisa melepas.

 

Teman, berhati-hatilah pada setiap kata yang kita ucapkan. Kata-kata yang kita ucapkan sangat berpengaruh kepada orang lain. Kata-kata itu bisa membuat orang frustrasi, pesimis, serta enggan berusaha. Sangat disayangkan seandainya semua ucapan itu hanya akan merenggut jiwa-jiwa penantang yang oantang menyerah yang sebenarnya ada di dalam raga.

 

^^

Tuesday, December 22, 2009

kok gitu sih ???

awalnya merasa antusias...
tapi endingnya.. kenapa jadi  kecewa ya??
kecawa akut. ah, TIDAK !!!

sempat terpikir..
kenapa harus ada sekat-sekat itu ???

mmm...
mungkin memang 'itu'bukan jalanku..
pasti ada jalan lain yang Allah kirimkan untukku..
Pasti ...
mencoba untuk

Monday, December 14, 2009

untitled..1

– yangtaktahudiri –

 

Sepertinya aku yang saat ini bukan seperti aku yang kukenali dulu..

Atau memang dulu aku belum mengenali diriku? Dan kini, aku baru mengenal diriku?

Tapi aku tak ingin seperti ini..

*****
tak ada lagi cengkrama nostalgia,
tak ada lagi canda tawa,
tak ada lagi gurauan,
tak ada lagi cerita masa depan,

untuk intensitas yang semakin berkurang,
frekuensi yang makin merenggang,
keadaan yang selalu saja disalahkan,
padahal aku tau, sepenuhnya salahku...,
Yang tak lagi mengenaliku, siapa aku?

Bingung. Kosong. Sepi. Sunyi. Sendiri. Tapi aku TAK MATI..! Mungkin ini yang namanya disorientasi..?
Biarlah, aku hanya butuh waktu..untuk kembali mengenali, siapa aku?

_maafkan izzah, yangtaktaudiri..

tentang Nasrullah..


(9Des09, 22.30..waktu kamar, )

 

Nasrullah, Nasrumminallah..

pertolongan Allah.

pertolongan dari Allah,,

yap..bukankah memang selalu Allah yang menolong kita ? sekecil apapun yang Allah kasih ke kita...padahal itu sangat besar..

tapi...

seringkali malah kita-nya yang tak sadar akan pemberian-Nya itu..

Jarang..atau bahkan tak pernah bersyukur ???

tanyakanlah pada hati kita...

semoga kita termasuk hambaNya yang bersyukur..

J

 

Well, beberapa waktu lalu, timbul pertanyaan dalam pikiran zah, timbul rasa dalam hati zah,

rasa yang berbeda,, tentu..

mmm...mungkin ini hanya -pikirandanperasaanbodohseorangaku-...

 

begini,,

kenapa zah tiba2 merasa..

kalau nasrullah alias pertolongan Allah itu,, datangnya di ‘akhir-akhir’..?

mungkin sebagian ada yang bertanya-tanya..akhir2 apa coba ???!

zah akan jawab, ‘pada akhir-akhir harapan kita..’

 

kenapa zah merasa seperti itu ya...???

mungkin hal itu adalah yang kesekian kali yang zah alami, sampai akhirnya zah setengah menyimpulkan itu dan akhirnya zah nulis kayak gini, walaupun sebenarnya zah yakin,,, hal2 kayak gitu juga hal2 yang biasa teman2seperjuangan alami...

 

ambil saja contoh klasik ini, event2 kita teman2..., terlebih acara2 syi’ar keislaman kita, seringkali dihadapkan dengan 2 permasalahan utama, DANA dan PESERTA, (tanpa ingin mengesampingkan aspek2 lainnya lho)..

 

terkadang kita pesimis dengan kerja yang sebenarnya belum kita kerjakan. terkadang kita terlena dengan kondisi yang sebenarnya tak pantas melenakan kita.

terkadang kita merasa ‘telah mampu’ mengerjakannya sendiri tanpa perlu ‘meminta’.

terkadang,, terkadang,,

dan..

ya..semoga semua itu hanya kadang2..

 

intinya...

zah ngerasa , saat acara yang di adakan masih jauh2 hari..

belum mepet ke hari di adakannya acara tersebut,,

zah (lagi2 !!!) mikir,, “mana ya Allah, mana pertolonganmu ???” meski seakan ‘nodong’ sama Allah..tanpa malu dan bercermin,,

 

 

tapi saat hari2 mendekati tibanya waktu acara,,

adaaaaaaa...aja tuh dana, malah surplus, alhamdulillah, -taktahudatangnya darimana??? yang jelas sih dari Allah, hanya tak tahu lewat siapa..

 

atau contoh klasik lainnya, saat harus menghadiri acara2 keilmuan atau daurah2 keislaman, padahal besoknya harus menghadapi uts atau uas, sehingga jatah waktu buat belajar juga otomatis berkurang... tapi alhamdulillah, besoknya tanpa di duga kita bisa menaklukkan soal2 itu dan alhamdulillah lagi nilainya baguss,, atau malah

dosennya berhalangan buat masuk..

Subhanallah,, skenario_Nya itu... indah..

 

tapi,, kenapa ya ?

kenapa Nasrullah selalu datang belakangan??
mungkin jawabnya, karena Allah ingin melihat usaha keras hambaNya yang ‘benar2 berusaha’ disertai keikhlasan. Usaha maksimal yang dilakukan seorang hamba untuk mendapatkan suatu hasil yang optimal, ikhlas hanya karena Allah. Usaha dan DO’A seorang hamba pada Rabbnya,, yang tak membuatnya menjadi sombong dengan segala usahanya tanpa ‘meminta padaNya’... Allah ingin tahu, seberapa jauhkah kita mendekatinya? bukan hanya pada kesulitan, tapi juga pada saat diberi kenikmatan..

ya...mungkin itu jawabnya,,

dan Nasrullah itu..

PASTI..

bukankah itu janjiNya?

pada ayat yang selalu memotivasi zah itu...

In tansurullah yan surkum wa yutsabbit aqdaamakum.

Allah akan menolong orang2 yang menolong agamaNya dan meneguhkan kedudukannya.

 

dan juga yang disampaikan pada permulaan surah al Fath..

 

Innaa fatahna laka fatham mubiina....

Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata..

 

karena itu, jangan pernah terlena dan berharap tanpa bangkit dan bergerak !!!

Wednesday, November 25, 2009

Jalan Cinta Para Pejuang...

di sana, ada cinta dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi

lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cinta yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati

teruslah melanglang dijalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban,
menyeru pada iman
walau duri merentaskan kaki,
walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah
tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang.


Salim A. fillah 

Monday, November 23, 2009

curhat.. gitu deh..

laptop rusaaaaaaaaaaak..= mati gaya...

inspirasi yang ada.. hilang.. pergi..
tak kembali..
ah..
sepertinya..
sia-sia..

Wednesday, November 11, 2009

sepenggal kisah, perkenalan singkat itu..

Bismillah.

Teringat beberapa bulan lalu.. Saat ALLAH mulai mengizinkan aku untuk mengenalmu. Pertemuan kamu, dan aku (bersama teman2ku tentu saja selvi, ima, eka) kala itu di sebuah sudut kamar rumah sakit. Di tempat itulah pertama kalinya, kami mengenalmu.
Teringat cerita2mu, yang membuatku menjadi kagum padamu. Segala impianmu yang kau ungkapkan, dan selalu kita akhiri dengan kata 'Aamiin..'
Sungguh, aku simpati padamu sejak itu.

Waktupun bergulir, hari demi hari kau lalui dengan rasa sakit yang luar biasa itu. Yah..aku tahu, penyakitmu memang bukan penyakit yang 'dengan mudah diterima' oleh setiap orang. Tapi kamu,, kamu KUAT..
Dan aku ingat, saat terakhir aku bertemu denganmu, saat itu aku sempat mengatakan "de, penyakit yang ALLAH kasih ke kita itu, sebenarnya cara ALLAH untuk menghapus dosa2 kita.." Raut wajahmu saat itupun berubah dan kau katakan "iya kak..aku kuat.."
Aku bangga padamu adikku..dengan segala keoptimisan dan keistiqamahan yang selalu ada dalam hati dan jiwamu..
Hingga saatnya..hari ini, saat aku tak mampu lagi melihat perangai optimisme pada dirimu..
Hingga saatnya..
Ya..hari ini, saat ALLAH sdh benar2 merindukanmu..
Tiba2 aku ingat sepenggal doa "Ya ALLAH, jika memang kematian itu memuliakan kami, maka matikanlah kami.."
Aku yakin adikq, ALLAH telah menjawabnya, untukmu.. Dan kami, akan segera menyusulmu..

Dan aku ingin sampaikan, untk teman2 yg tlh mdahuluiku..
-dede_adikq
-ami_d'manizq
-anggi_d'mentee ku
-aisyah eka_tmN kuliahku..

Allahyarham..
Smg kita bisa bertemu lagi..d surgaNya..

*kebahagian setiap orang itu berbeda & kebahagiaan sejati adalah ketika wajah ini dapat menatapNya..
Suatu saat nanti..
Semoga..
Aamiin
Yaa Muqallibal quluub, tsabbit quluubana 'ala diinik..